Namun peluang penguatan lanjutan tampaknya akan terbatas mengingat resiko pasar yang masih tinggi sebagaimana tercermin dari nilai tukar rupiah yang masih terus melemah di atas Rp.12000 per US dolar. Penguatan indeks kemarin juga dinilai sebagai antisipasi aksi window dressing pelaku pasar menjelang akhir tahun. Sementara Wall Street tadi malam bergerak mixed melemah tipis. Indeks DJIA dan S&P masing-masing turun 0,06% dan 0,31% ditutup di 15875,26 dan 1781,00. Pelaku pasar mengantisipasi hasil pertemuan The Fed yang dimulai kemarin. The Fed diperkirakan akan mulai mengurangi stimulusnya (QE3) seiring tren pemulihan ekonomi AS yang terus berlanjut.
Pada perdagangan hari ini, penguatan lanjutan diperkirakan masih akan berlanjut meskipun dibayangi aksi ambil untung. Kondisi bursa global yang bergerak bervariasi dalam rentang terbatas dan rupiah yang masih bergerak di atas Rp.12000 per dolar AS membuat penguatan IHSG menjadi terbatas. IHSG diperkirakan akan bergerak dengan support di 4150 dan resisten di 4220.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saham Pilihan
ADRO 1090-1150 BoW, SL 1060
INCO 2400-2650 TB, SL 2350
BDMN 3850-4200 TB, SL 3700
BBNI 3825-4100 TB, SL 3775
BRAU 182-200 TB, SL 180
BUMI 340-400 TB, SL 325
BEST 425-500 TB, SL 415
(dru/dru)











































