Jakarta - Pasca keputusan The Fed mengurangi stimulus (tapering) sebesar USD10 miliar menjadi USD75 miliar per bulan mulai Januari mendatang pasar saham global bereaksi positif dan berimbas pada perdagangan saham kemarin. IHSG berhasil ditutup di atas level 4200 yaitu di 4231,980 atau menguat 35,698 poin (0,85%). Namun penguatan IHSG kemarin dibatasi aksi ambil untung menjelang sesi terakhir dipicu pelemahan nilai tukar rupiah yang menembus level Rp.12200 per US dolar. Nilai transaksi juga masih tipis hanya Rp.3,69 triliun di Pasar Reguler.
Penguatan IHSG terutama ditopang aksi beli asing yang kemarin mencatatkan nilai pembelian bersih hingga Rp.345,9 miliar. Aksi beli selektif terutama melanda saham unggulan seperti ASII, TLKM, BMRI, BBCA dan SMGR.
Sementara Wall Street tadi malam bergerak flat pasca rally hari sebelumnya menyambut positif keputusan The Fed. Indeks DJIA menguat tipis 0,07% di 16179,08. Indeks S&P yurun 0,06% di 1809,60. Sedangkan indeks utama Zona Euro rata-rata naik di atas 1,5% menyambut positif langkah The Fed mempertahankan tingkat bunga rendah pada level saat ini 0,25% dan pengurangan stimulus yang hanya USD10 miliar per bulan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada perdagangan akhir pekan, IHSG diperkirakan bergerak bervariasi dalam rentang konsolidasi. Penguatan lanjutan yang dipicu aksi beli selektif atas sejumlah saham unggulan diperkirakan berpeluang terjadi namun dibayangi aksi ambil untung karena kekhawatiran pelemahan nilai tukar rupiah atas dolar AS yang terus melemah yang saat ini sudah menembus Rp.12200. IHSG diperkirakan akan bergerak dengan support di 4200 dan resisten di 4280 berpeluang menguat terbatas.
IHSG : S1 4200 S2 4150 R1 4250 R2 4280
Saham Pilihan
SMGR 13500-14400 SoS, SL 13300
BBNI 3875-4025 TB, SL 3800
BMRI 7800-8200 TB, SL 7600
KLBF 1230-1310 SoS, SL 1210
TLKM 2050-2150 BoW, SL 1980
LSIP 1800-1870 BoW, SL 1760
ADRO 1130-1200 TB, SL 1120
(dru/dru)