First Asia: IHSG Bergerak Terbatas

First Asia: IHSG Bergerak Terbatas

- detikFinance
Senin, 23 Des 2013 09:09 WIB
First Asia: IHSG Bergerak Terbatas
Jakarta - Akhir pekan kemarin IHSG gagal bertahan di atas 4200 menyusul berlanjutnya pelemahan rupiah dan kekhawatiran pengetatan likuiditas di China. IHSG ditutup di 4195,556 turun 36,424 poin (0,86%). Dilihat sepekan IHSG menguat tipis 0,5% dan rupiah melemah hingga 1,4% dari Rp.12081 (13/12) menjadi Rp.12245 (20.12). Penguatan tipis IHSG pekan kemarin terutama terimbas dari pasar global merespon positif keputusan The Fed mengurangi stimulus (tapering) USD10 miliar menjadi USD75 per bulan dan tetap menahan tingkat bunga acuannya di level saat ini 0,25%.

Namun rupiah yang terus melemah atas dolar AS kembali menekan pergerakan harga saham yang sensitif interest-rate. Di sisi lain, kekhawatiran pengetatan likuiditas di China berdampak negatif bagi pergerakan harga saham pertambangan. Sementara Wall Street akhir pekan lalu melanjutkan penguatannya menyusul revisi angka pertumbuhan ekonomi AS 3Q13 menjadi 4,1% dari sebelumnya 3,6%. Indeks DJIA dan S&P masing-masing menguat 0,3% dan 0,5% ditutup di 16221,14 dan 1818,32. Selama sepekan indeks DJIA dan S&P masing-masing menguat 2,9% dan 2,4%. Sebaliknya tren penguatan dolar AS telah menekan harga emas hingga anjlok 2,6% di USD1202,8/t.oz selama sepekan terakhir.

Memasuki perdagangan pekan ini yang ditandai dengan libur Natal, IHSG diperkirakan bergerak bervariasi dalam rentang terbatas berpeluang rebound terbatas apabila rupiah berhasil menguat atas dolar AS. Nilai transaksi relatif tipis mengingat pekan ini sudah memasuki libur Natal dan akhir tahun. IHSG diperkirakan akan bergerak dalam rentang terbatas dengan resisten di 4250 dan support di 4150.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

IHSG : S1 4150 S2 4110 R1 4250 R2 4280

Saham Pilihan

ITMG 29200-30600 TB, SL 28500

PGAS 4475-4600 BoW, SL 4400

BBRI 6800-7150 TB, SL 6600

BMRI 7800-8200 TB, SL 7600

TLKM 2050-2150 BoW, SL 1980

LSIP 1870-1960 TB, SL 1850

ADRO 1110-1150 BoW, SL 1100

(dru/dru)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads