AALI – Kinerja penjualan 11M 2013
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
ASRI – Belanja modal
PT Alam Sutera (ASRI) akan menurunkan belanja modal pada tahun depan. ASRI hanya menganggarkan belanja modal sebear Rp 1.2 Triliun-Rp 1.5 Triliun di 2014. Belanja modal tersebut turun 50%-60% dibandingkan tahun ini sebesar Rp 3 Triliun. ASRI mulai menahan ekspansi setelah adanya beleid loan to value (LTV) properti dan suku bunga yang tinggi. Belanja modal akan digunakan untuk menambah lahan di sekitar lahan yang sudah dimiliki ASRI.
UNTR – Statistik operasional 11M 2013
PT United Tractors (UNTR) membukukan penurunan penjualan alat berat sebesar 38.6%Mom menjadi 247 unit pada bulan November dibandingkan dengan 402 unit pada Oktober lalu. Volume penjualan 11M 2013 turun 34%Yoy menjadi 3,952 unit Vs 5,993 unit pada 11M 2012 lalu. Pangsa pasar Komatsu sepanjang 11M 2013 tercatat sebesar 41%. Divisi kontraktor pertambangan dibawah PT Pamapersada Nusantara membukukan kenaikan produksi batubara sebesar 12.3%Yoy menjadi 96.4 juta ton pada 11M 2013 Vs 85.8 juta ton pada 11M 2012 lalu. Volume pekerjaan pengupasan tanah (overburden removal) mengalami penurunan tipis menjadi 784.5 juta Bcm pada 11M 2013 Vs 787.2 juta Bcm pada 11M 2012 lalu. Divisi pertambangan batu bara membukukan penurunan volume penjualan sebesar 31.9%Yoy menjadi 3.62 juta ton pada 11M 2013 Vs 5,31 juta ton pada 11M 2012.
WIKA – Bisnis pengolahan air
PT Wijaya Karya (WIKA) akan berinvestasi di bidang Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dengan menjalin kerjasama dengan mitra strategis dari Korea Selatan, Korea Water Resources Corporation (K Water). Tidak semua proyek SPAM WIKA dikerjakan bersama dengan K Water, Kerjasama antar kedua perusahaan dalam memulai proyek pengadaan air minum hanya akan berlaku untuk proyek yang berlokasi di Bali, Gresik, dan Semarang. Sedangkan proyek SPAM di Jatiluhur (Purwakarta) akan dikerjakan WIKA sendiri. Rencananya WIKA akan memulai proyek pengolahan air bersih dengan menyiapkan satu divisi khusus. Investasi di bisnis air relatif kecil, dari total sebesar Rp 600 Miliar yang dianggarkan untuk tahun 2014, bisnis pengelolaan air mendapat alokasi sekitar Rp 100 Miliar.
(ang/ang)











































