Di sisi lain, indeks saham di berbagai negara Asia pagi ini juga dibuka terkoreksi. Indeks Nikkei 225 di Jepang tercatat turun -0,50%, sedangkan indeks KOSPI Composite di Korea Selatan melemah -0,07%. Pada pasar komoditas, harga minyak mentah WTI Crude Oil berbalik arah melemah -0,54% ke level US$102,20 per barel, setelah tiga hari berturut-turut melemah. Bertolak belakang dengan harga minyak, kontrak berjangka emas Comex terapresiasi +0,51% ke posisi US$1.323,90 per troy ounce. Dari dalam negeri, indeks harga saham gabungan (IHSG) terus melanjutkan tren positif seiring derasnya aliran dana asing dan penguatan rupiah terhadap dolar AS. Meski begitu, investor harus mewaspadai adanya aksi ambil untung (profit taking) seiring penguatan IHSG yang telah mencapai 3,39% dalam sepekan terakhir.
Menurut Analis Teknikal Mandiri Sekuritas, rally jangka pendek IHSG yang masih berlangsung memiliki dua target realistis. Fibo retracement 161.8% yang berada di 4.651 merupakan area resistance pertama bagi indeks, yang jika tertembus akan membuka peluang mencapai target pola falling wedge di kisaran 4.700.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(ang/ang)
