Pelaku pasar merespon positif membaiknya perekonomian domestik ditandai menyusutnya rasio defisit transaksi berjalan 4Q13 menjadi 1,98% PDB dari kuartal sebelumnya 3,85% PDB. Di sisi lain perekonomian kawasan Asia menghadapi meningkatnya resiko pemburukan perekonomian China ditandai melambatnya aktivitas manufaktur dan pengetatan kredit perbankan ke sektor propertinya. Perekonomian AS juga cenderung kurang menggembirakan terutama dipengaruhi cuaca ekstrem. Pertumbuhan ekonomi AS kuartal terakhir 2013 lalu direvisi menjadi hanya tumbuh 2,4% dari angka awal 3,2% dan turun dari pertumbuhan 3Q13 mencapai 4,1%. Membaiknya perekonomian domestik di tengah perekonomian global yang kurang menggembirakan telah mendorong masuknya dana asing ke pasar saham hingga Rp10 triliun sepanjang dua bulan pertama tahun ini. Faktor lain yang mekicu penguatan IHSG adalah respon atas pencapaian laba 2013 emiten dan antisipasi atas pembagian dividen emiten.
Memasuki perdagangan awal Maret ini, pergerakan IHSG masih berpeluang menguat namun terbatas menyusul aksi ambil untung pemodal. Melambatnya aktivitas manufaktur China dimana Indeks Manufacturing PMI turun ke 50,2 dari bulan sebelumnya 50,5 bisa mempengaruhi perdagangan saham. IHSG diperkirakan akan kembali menguji resisten di 4670, sedangkan level support ada di 4570.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saham Pilihan
TLKM 2285-2400 TB, SL 2240
BMRI 9000-9350 TB, SL 8800
ICBP 11100-11600 TB, SL 10600
ADRO 950-1020 SoS, SL 940
SGRO 1860-1930 TB, SL 1850
ITMG 25600-26700 SoS, SL 25000
UNVR 28000-29000 SoS, SL 27500
(dru/dru)











































