Nilai tukar rupiah atas dolar AS menguat hampir 7% di Rp11395 (7/3) dari awal pekan yang masih di Rp12242. Cadangan devisa Indonesia akhir Februari lalu meningkat mencapai USD102,74 miliar. Memasuki perdagangan awal pekan ini, pergerakan IHSG rawan aksi ambil untung menyusul meningkatnya resiko pasar saham global dipicu krisis Ukraina dan memburuknya ekonomi China. Angka neraca perdagangan China Februari lalu defisit hingga USD23 miliar, jauh dibawah perkiraan sebelumnya surplus USD13,2 miliar. Ekspor Februari China secara tidak terduga anjlok 18,1% dibawah perkiraan sebelumnya naik 7,5%.
Sementara di zona Euro indeks saham akhir pekan lalu ditutup di teritori negatif akibat memburuknya krisis Ukraina. Sedangkan indeks DJIA di Wall Street menguat terbatas 0,2% ditutup di 16452,72 dan indeks S&P ditutup flat di 1878,04. Sentimen positif dari data tenaga kerja AS Februari yang meningkat dibayangi sentimen negatif krisis Ukraina. Meskipun tren pasar masih positif, namun meningkatnya resiko pasar global akan memicu aksi ambil untung apalagi sejumlah harga saham sektoral relatif tinggi berada di area overbought. IHSG diperkirakan bergerak dengan support di 4670 dan resisten di 4730 cenderung terkoreksi.
(ang/ang)











































