Sedangkan aksi jual terutama mendominasi saham pertambangan batubara dipicu penguatan nilai tukar rupiah atas dolar AS dan turunnya harga batubara hingga USD71/ton awal pekan ini. Sementara Wall Street tadi malam ditutup di teritori negatif dipicu aksi ambil untung pemodal. Indeks DJIA dan S&P masing-masing terkoreksi 0,4% dan 0,5% di 16351,25 dan 1867,63. Pelaku pasar mengkhawatirkan perekonomian China yang bisa berdampak pada pertumbuhan ekonomi global. Perekonomian China yang memburuk telah menekan harga sejumlah komoditas seperti tembaga dan minyak mentah. Harga tembaga drop hingga 2,7% ke USD2.952/lb, level terendah sejak Juli 2010. Harga minyak mentah turun ke USD99,52/barrel.
Pada perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan bergerak bervariasi. Sentimen individual seperti rencana pembagian dividen akan dibayangi dengan kondisi pasar global yang kurang kondusif dipicu kekhawatiran perekonomian China dan krisis Ukraina. IHSG akan bergerak dengan support di 4680 dan resisten di 4730 dengan kecenderungan koreksi terbatas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(ang/ang)











































