terutama asing yang masih bertahan dengan nett buy nya. Penurunan yang terjadi sebelumnya menjadikan
pelemahan yang terjadi masih dianggap wajar karena eforia sesaat pasca terpilihnya salah satu orang yang
dianggap pas sebagai figur Presiden. Di sisi lain, masih positifnya laju bursa saham AS dan dibantu dengan
berbalik positifnya laju bursa saham Eropa sebelumnya memberikan dampak positif sehingga pelaku pasar
pun kembali turun ke bursa saham. Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 4838,18 (level
tertingginya) di pertengahan sesi 2 dan menyentuh level 4816,71 (level terendahnya) jelang akhir sesi 2 dan
berakhir di level 4821,46. Volume perdagangan dan nilai total transaksi turun. Investor asing mencatatkan
nett buy dengan penurunan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell..
Estimasi Pergerakan IHSG
Pada perdagangan Rabu (20/3) IHSG diperkirakan akan berada pada rentang support 4800-4810 dan
resisten 4845-4884. Bullish harami di bawah upper bollinger band (UBB). MACD masih terbatas kenaikannya
dengan histogram positif yang turun. RSI, Stochastic, dan William’s %R masih downtrend terbatas. Laju IHSG
bertahan di atas kisaran support (4788-4795) namun, gagal mencapai kisaran resisten (4850-4896). IHSG
masih berpeluang melanjutkan kenaikan dengan asumsi didukung sentimen yang ada. Diharapkan
pertemuan FOMC tidak memberikan imbas negatif sehingga IHSG pun masih berpeluang menguat.
(ang/ang)











































