Trust Securities: IHSG Masih Rawan Profit Taking

Trust Securities: IHSG Masih Rawan Profit Taking

- detikFinance
Senin, 24 Mar 2014 08:13 WIB
Jakarta - Masih menguatnya pasar obligasi memberikan imbas positif bagi pasar ekuitas sehingga IHSG pun dapat berakhir di zona hijau meskipun sepanjang intraday perdagangan bergerak fluktuatif. Bahkan meski hitungannya dibandingkan dengan perdagangan sebelumnya tercatat menguat namun, level penutupan yang terbentuk lebih rendah dari pembukaan. Hawa ambil untung masih mewarnai perdagangan saham.

Kembalinya aksi beli pada saham-saham komoditas dan konsumer mampu menyelamatkan laju IHSG di akhir pekan sehingga tidak melanjutkan laju negatifnya. Begitupun dengan laju bursa saham AS yang akhirnya positif sehingga menambah amunisi bagi IHSG untuk menguat meski tipis dan masih adanya empat indeks sektoral serta indeks lainnya yang masih tertinggal di zona merah. Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 4736,30 (level tertingginya) di awal sesi 1 dan menyentuh level 4661,61 (level terendahnya) di mid sesi 1 dan berakhir di level 4700,22. Volume perdagangan dan nilai total transaksi naik. Investor asing mencatatkan nett sell dengan kenaikan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy.

Estimasi Pergerakan IHSG

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada perdagangan Senin (24/3) IHSG diperkirakan akan berada pada rentang support 4650-4664 dan resisten 4744-4750. Lower spinning di bawah middle bollinger band (MBB). MACD cenderung turun dengan histogram negatif yang memanjang. RSI, Stochastic, dan William’s %R melanjut downtrend. Laju IHSG gagal sempat ke kisaran support (4670-4685) namun, gagal bertahan di kisaran resisten (4712-4728) sehingga masih rawan profit taking jika sentimen yang ada tidak cukup kuat untuk melanjutkan kenaikan. Tetapi, jika volume beli berlanjut peningkatannya dapat dimanfaatkan untuk buy on weakness.

Market News Highlight

Laju Rupiah masih tersungkur di zona merah seiring dengan laju US$ yang masih menunjukkan apresiasinya. Pelaku pasar masih menanggapi negatif pernyataan Gubernur The Fed, Janet Yellen, yang memberikan sinyal pengurangan stimulus lebih cepat dan peluang untuk kenaikan suku bung Fed rate di tahun depan di level 1% dari level rendah saat ini 0,25%. Di sisi lain, masih melemahnya Yuan memberikan imbas negatif namun, dapat diimbangi dengan terapresiasinya AUD. Laju Rupiah di bawah level support 11425. Rp11446-11422 (kurs tengah BI).

Meski nilai mata uang Yuan terus mengalami penurunan setelah PboC mengambil kebijakan penurunan kurs referensinya namun, laju bursa saham China dapat menguat setelah merespon positif penilaian pemerintah China akan melonggarkan batasan pendanaan bagi pengembang properti dan adanya sinyal pertumbuhan perbankan. Di sisi lain, menguatnya pasar saham Brazil memberikan sentimen positif bagi penguatan pasar saham emerging market lainnya seiring menghijaunya saham-saham komoditas. Selain itu, adanya rilis kinerja dari beberapa emiten yang di atas estimasi a.l Li & Fung Ltd., Gome EAH Ltd., dan lainnya, turut memberikan sentimen positif.

Pasca mengalami pelemahan sehari sebelumnya, laju bursa saham Eropa berakhir positif setelah terimbas menghijaunya laju bursa saham Asia dan merespon rilis kenaikan industrial orders Italia, public sector borrowing Inggris. Masih negatifnya indeks consumer confidence Zona Euro namun, menunjukkan kenaikan dan lebih rendahnya current account Zona Euro dapat diimbangi dengan rilis positif data-data sebelumnya. Selain itu, adanya rilis kenaikan rekomendasi dari beberapa emiten a.l Commerzbank AG., Hugo Boss AG., Evotec AG., dan lainnya, turut memberikan sentimen positif.

 

(dru/dru)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads