Jakarta - Di awal pekan, IHSG masih dapat melanjutkan laju positifnya seiring sentimen masih menguatnya laju bursa saham Asia. Pelaku pasar masih memanfaatkan rendahnya harga mayoritas saham untuk kembali masuk. Tetapi, masih adanya aksi profit taking tidak menjadikan penguatan IHSG bernilai signifikan. Bahkan secara intraday perdagangan, laju IHSG cenderung sideways. Beberapa saham yang sebelumnya melemah, kembali di buru pelaku pasar a.l SMGR, LPPF, BBRI, dan lainnya. Selain itu, juga ada beberapa saham yang masih melanjutkan kenaikannya a.l TOWR, INTP, AALI, dan lainnya. IHSG pun mendapat tambahan sentimen positif dari laju Rupiah yang mampu berbalik menguat setelah merespon kesiapan Pemerintah dan BI dalam menghadapi kebijakan moneter The Fed. Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 4727,62 (level tertingginya) di awal sesi 1 dan menyentuh level 4695,36 (level terendahnya) di mid sesi 1 dan berakhir di level 4720,42. Volume perdagangan dan nilai total transaksi naik. Investor asing mencatatkan nett buy dengan penurunan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.
Estimasi Pergerakan IHSG
Pada perdagangan Selasa (25/3) IHSG diperkirakan akan berada pada rentang support 4685-4700 dan resisten 4736-4750. Morning star di atas middle bollinger band (MBB). MACD masih cenderung turun dengan histogram negatif yang memanjang. RSI, Stochastic, dan William’s %R mencoba bertahan dari downtrend lanjutan. Laju IHSG berada di atas support 4664 dan di bawah resisten 4744 yang memberikan gambaran potensi masih variatifnya IHSG meski juga menyimpan peluang untuk melanjutkan kenaikan. Volume beli yang masih terbatas dan masih adanya sentimen negatif memungkinkan membuat peluang kenaikan laju IHSG pun berkurang.
(dru/dru)