IPO – PT Wika Beton
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
AKRA – Kinerja 2013
PT AKR Corpindo (AKRA) membukukan penurunan laba bersih 2013 sebesar 0.2%Yoy menjadi Rp 648.25 Miliar Vs Rp 649.31 Miliar pada 2012 lalu kendati membukukan kenaikan penjualan sebesar 3.1%Yoy menjadi Rp 22.3 Triliun Vs Rp 21.7 Triliun pada 2012. AKRA membukukan rugi selisih kurs sebesar Rp 54.85 Miliar tahun lalu, naik 146.9%Yoy dari posisi rugi kurs Rp 22.21 Miliar. Beban keuangan juga mengalami kenaikan 79.9%Yoy menjadi Rp 111.16 Miliar Vs Rp 55.25 Miliar pada 2012 lalu.
BKSL – Kinerja 2013
PT Sentul City (BKSL) membukukan kenaikan laba bersih 2013 sebesar 185%Yoy menjadi Rp 630.23 Miliar Vs Rp 221.12 Miliar pada 2012 lalu. Naiknya kinerja didorong oleh pembukukan pos laba atas kepemilikan sebelumnya senilai Rp 380.17 Miliar dan goodwill negatif senilai Rp 349.4 Miliar tahun lalu. BKSL membukukan kenaikan pendapatan sebesar 54.5%Yoy menjadi Rp 961.99 Miliar namun naiknya beban penjualan dan operasional menekan kinerja laba operasional yang turun 70.6%Yoy menjadi Rp 68.82 Miliar tahun lalu Vs Rp 233.74 Miliar pada 2012.
ROTI – Kinerja 2013
PT Nippon Indosari Corpindo (ROTI) membukukan kenaikan laba bersih 2013 sebesar 5.9%Yoy menjadi Rp 158.01 Miliar Vs Rp 149.15 Miliar pada 2012 lalu. Naiknya kinerja didukung oleh kenaikan penjualan sebesar 26.4%Yoy menjadi Rp 1.5 Triliun Vs Rp 1.2 Triliun pada 2012. Laba usaha tercatat naik 16.5%Yoy menjadi Rp 232.39 Miliar Vs Rp 199.40 Miliar pada 2012.
SGRO – Kinerja 2013
PT Sampoerna Agro (SGRO) membukukan penurunan laba bersih 2013 sebesar 63.8%Yoy menjadi Rp 119.12 Miliar Vs Rp 329.2 Miliar pada 2012 lalu. Turunnya kinerja diakibatkan oleh penurunan penjualan sebesar 14.2%Yoy menjadi Rp 2.56 Triliun Vs Rp 2.99 Triliun pada 2012. Laba operasi turun 51.4%Yoy menjadi Rp 236.28 Miliar tahun lalu.
WIIM – Kinerja 2013
PT Wismilak Inti Makmur (WIIM) membukukan kenaikan laba bersih 2013 sebesar 71.2%Yoy menjadi Rp 132.15 Miliar Vs Rp 77.2 Miliar pada 2012 lalu. Naiknya kinerja didukung oleh kenaikan penjualan sebesar 41.9%Yoy menjadi Rp 1.59 Triliun Vs Rp 1.12 Triliun pada 2012. Laba usaha tercatat naik 56.2%Yoy menjadi Rp 180.2 Miliar Vs Rp 115.35 Miliar pada 2012.
(ang/ang)











































