Setelah rilis data ekonomi AS, sejumlah bursa saham global juga ikut terpicu mengalami kenaikan. Indeks Stoxx Europe 600 naik 0,2% ke level 336,93. Selain itu, permintaan produksi yang menunjukkan adanya kenaikan pada Februari juga menjadi faktor pendukung kenaikan bursa. Kemudian, bursa negara berkembang juga menguat setelah data payroll AS menguat dan permintaan produk naik. Sehingga keyakinan investor menjadi positif terhadap pemulihan ekonomi global. Indeks MSCI Emerging Markets naik sebanyak 0,4% ke level 1.004,97.
Beralih ke bursa saham dalam negeri, IHSG di BEI turun tipis sebesar 3,73 poin atau sebanyak 0,08% ke level 4.870,21. Penurunan tersebut dipicu oleh aksi profit taking investor. Namun, penurunan tersebut masih tergolong dalam penurunan yang sehat setelah pada penutupan sebelumnya IHSG yang menguat sebanyak 2,22%. Investor asing dan nilai tukar rupiah yang masih menunjukkan catatan positif menjadi penahan tekanan indeks BEI. Berdasarkan data dari BEI, Foreign Net Buy masih membukukan beli bersih saham sebesar Rp960,53 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Koreksi IHSG disebabkan oleh beberapa saham yang menjadi penekan indeks yaitu PGAS yang terkoreksi sebanyak (-2,38%), SCMA (-2,54%), BBCA (-0,46%), EXCL (-2,22%). Sementara itu, saham-saham yang menjadi pendorong indeks adalah BMRI (+2,01%), ASII (+0,65%), GGRM (1,13%) dan LPPF (+2,28%).
IHSG Fluktuatif, Menguat Terbatas (Range : 4,840Γ’β¬β4,905). IHSG ditutup melemah tipis pada perdagangan kemarin berada di level 4,870. Indeks juga sempat menguji resistance level 4,905 namun belum mampu untuk melewatinya. Hal tersebut berpotensi bagi indeks untuk mengalami koreksi jangka pendek dan menuju support level 4,840. Namun MACD yang mengindikasikan terjadinya golden cross berpeluang menghambat laju pelemahan indeks. Hari ini diperkirakan indeks bergerak fluktuatif dengan kecenderungan menguat terbatas.
(ang/ang)











































