Β
Quick count hasil Pemilu 2014
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Β
BKSL β Pembangunan mal dan refinancing
PT Sentul City (BKSL)akan segera melakukan joint agreement dengan investor asing asal Jepang terkait pembangunan dan pengembangan mal. Proyek mal tersebut diperkirakan membutuhkan investasi Rp 700 Miliar-Rp 800 Miliar selama tiga tahun. Sehingga mal ini diperkirakan selesai dibangun pada tahun 2017 dan memberikan tambahan recurring income. Selain itu, BKSL akan melakukan refinancing utang lama dengan utang baru dalam dollar AS sebagai antisipasi potensi kerugian kurs. BKSL akan refinancing utang jangka panjang senilai US$ 43 Juta di tahun ini.
Β
MEDC β Rencana eksplorasi tujuh blok migas
PT Medco Energi Internasional (MEDC) akan mengeksplorasi tujuh blok migas yang akan berlangsung hingga 2018 dan diharapkan dapat menambah produksi minyak sebesar 375 mboed. Untuk aksi tersebut, MEDC sudah mempersiapkan dana sebesar US$ 18.4 juta yang berasal dari belanja modal perusahaan sebesar US$ 441 juta. Ketujuh wilayah eksplorasi masih berada di blok kelolaan MEDC. Tahun ini, MEDC tidak ada rencana eksplorasi di lokasi lain atau mengakuisisi blok yang sudah berproduksi. Saat ini, total produksi MEDC dari wilayah kerja dalam dan luar negeri mencapai 62 mboed.
Β
STTP β Rencana emisi obligasi
PT Siantar TOP (STTP) berencana menerbitkan obligasi senilai total Rp 250 Miliar yang terdiri dari dua seri. Obligasi Seri A senilai Rp 35 Miliar bertenor 370 hari (1 tahun) menawarkan kupon 10.5% dan Seri B senilai Rp 215 Miliar bertenor 3 tahun menawarkan kupon 11.4%. Obligasi STTP akan dicatatkan di bursa hari ini. Sekitar 70% dana hasil emisi obligasi akan dialokasikan untuk membeli mesin baru disamping membangun dan mengembangkan pabrik di Jawa Timur. Sisa dana emisi obligasi akan dialokasikan untuk pengembangan pabrik di Jawa Barat dan Sumatra Utara.
Β
TBIG β Pencarian pinjaman
PT Tower Bersama Infrastructure (TBIG) menjajaki pinjaman bank sebesar US$ 300 juta. Pencarian pinjaman bersamaan dengan persiapan emisi obligasi global senilai US$ 500 juta. Rencana pinjaman merupakan bagian dari program pendanaan eksternal perseroan senilai total US$ 2 Miliar dan bertujuan untuk mengamankan sumber dana ekspansi perseroan sewaktu-waktu bila diperlukan. Sebagian dana juga akan digunakan untuk keperluan belanja modal.
(ang/ang)











































