BDMN – Kinerja 1Q 2014
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
BKSW – Rights issue
Qatar National Bank (QNB) dan Grup Bosowa akan membeli saham baru Bank QNB Kesawan (BKSW) yang diterbitkan melalui rights issue dengan total dana sebesar Rp 582.8 Miliar untuk mempertahankan kepemilikan saham pada BKSW. BKSW akan menggelar rights issue dengan menerbitkan 2.59 miliar saham baru (42.2% saham). Harga pelaksanaan senilai Rp 250 per saham sehingga BKSW akan meraih dana sebesar Rp 649.7 Miliar. Rasio rights issue 1,000:422. BKSW akan menggelar RUPSLB pada 2 Juni 2014 untuk meminta persetujuan pemegang saham dan QNB bertindak sebagai pembeli siaga.
DSSA & IBST – Rights issue
PT Dian Swastatika Sentosa (DSSA) tidak akan menyerap saham baru PT Inti Bangun Sejahtera (IBST) yang diterbitkan melalui rights issue. Kepemilikan saham DSSA pada IBST akan berkurang menjadi 8.49% dari saat ini 10.04%. IBST berencana menerbitkan 207.8 juta saham baru (15.38% saham) dengan harga pelaksanaan Rp 3,176 per saham dan IBST akan meraih dana sebesar Rp 660 Miliar. Rasio rights issue 11:2. Sebesar 60% dana rights issue akan digunakan untuk belanja modal dan sisanya 40% untuk modal kerja. Sinarmas Sekuritas akan menjadi pembeli siaga. IBST akan menggelar RUPSLB pada 21 April 2014 untuk meminta persetujuan pemegang saham.
DYAN – Pinjaman
PT Dyandra Media International (DYAN) mendapat fasilitas pinjaman senilai Rp 280 Miliar yang akan dialokasikan untuk mendukung belanja modal tahun ini. DYAN mengalokasikan dana Rp 400 Miliar untuk belanja modal tahun ini yang sebagian besar akan digunakan untuk membangun lima hotel baru dibawah Amaris Hotel dan Hotel Santika. Kebutuhan dana investasi untuk membangun Hotel Amaris berkisar Rp 350-400 Juta per kamar sedangkan kebutuhan investasi pembangunan Hotel Santika sebesar Rp 450 Juta per kamar. Bisnis event organizer memberi kontribusi sekitar 70% dari pendapatan DYAN tahun lalu sedangkan bisnis hotel hanya memberi kontribusi 8%.
INVS – Akuisisi tambang batubara
PT Inovisi Infracom (INVS) akan mengakuisisi perusahaan tambang batubara senilai US$ 70 Juta yang beroperasi di Kalimantan pada Juli tahun ini. Sumber dana akuisisi berasal dari penerbitan obligasi sebesar US$ 70 Juta. Perusahaan yang akan diakuisisi beroperasi di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur dengan kapasitas produksi batubara sebanyak tiga juta metrik ton per tahun. Batubara yang dihasilkan merupakan batubara dengan kalori medium antara 5,500-5,700 kcal/kg.
(ang/ang)











































