Stagnannya laju Rupiah dan liburnya beberapa bursa saham Asia kurang memberi stimulan bagi IHSG. Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 4855,09 (level tertingginya) di awal sesi 1 dan menyentuh level 4828,64 (level terendahnya) pada mid sesi 2 dan berakhir di level 4834,47. Volume perdagangan dan nilai total transaksi turun. Investor asing mencatatkan nett buy dengan penurunan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.
Pada perdagangan Rabu (7/5) IHSG diperkirakan akan berada pada rentang support 4800-4815 dan resisten 4858-4862. Inverted hammer di bawah middle bollinger band (MBB ). MACD masih bergerak landai dengan histogram negatif yang memanjang. RSI, Stochastic, dan William’s %R kembali cenderung mendatar. Laju IHSG sempat masuk ke dalam kisaran target support (4827-4831) dan juga sempat berada di kisaran target resisten (4852-4874) meski akhirnya tidak mampu bertahan. Posisi IHSG pun masih rawan pelemahan dengan minimnya sentimen yang ada namun, diharapkan pelemahan yang terjadi bersifat terbatas.
(ang/ang)











































