Β
AKRA β Penjualan lahan industri
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Β
BCAP β Rights issue
PT MNC Kapital Indonesia (BCAP) berencana menerbitkan 1.8 miliar lembar saham baru (56.9% saham) melalui proses rights issue. Dengan harga penawaran Rp 900 per lembar saham baru maka total dana perolehan rights issue mencapai Rp 1.62 Triliun. Rasio rights issue ditetapkan sebesar 25:33. Sekitar Rp 1.4 Miliar dana hasil rights issue akan dialokasikan untuk modal kerja investasi dan Rp 211 Miliar sisanya untuk membeli 24% saham PT Bank ICB Bumiputera (BABP). HT Capital Investment Ltd. akan mengambil bagian senilai maksimal Rp 280.67 Miliar atas hak yang tidak terserap pasar. Apabila masih terdapat saham yang tidak terserap maka sisa saham tersebut tidak akan dikeluarkan dan dikembalikan ke portepel perusahaan. Rencana tersebut menunggu persetujuan RUPSLB dan pernyataan efektif OJK pada 13 Juni 2013. Apabila berjalan sesuai rencana cum date ditetapkan pada 20 Juni dengan periode perdagangan rights pada 27 Juni hingga 14 Agustus.
Β
LEAD β Penambahan armada
PT Logindo Samudramakmur (LEAD) menambah armada operasional dengan membeli satu unit kapal baru anchor handling tug supply (AHTS) DP2 system berkapasitas 8,000 horse power senilai US$ 22,5 Juta dari PT Marcopolo Shipyard di Batam. Sekitar 70% dana pembelian kapal AHTS atau senilai US$ 15.75 Juta didanai oleh pembiayaan dari bank DBS Singaore melalui pinjaman jangka panjang selama lima tahun sedangkan sisa 30% dari modal perseroan. Kapal tersebut akan digunakan oleh Total E&P untuk kegiatan eksplorasi di pulau Mentawai. Dengan pembelian tersebut jumlah armada kapal OSV perseroan mencapai 61 unit.
Β
PGAS β Rencana emisi obligasi
PT Perusahaan Gas Negara 9PGAS) berencana menerbitkan obligasi global sekitar US$ 1.3 Miliar. obligasi tersebut bertenor 10 tahun menawarkan kupon pada kisaran 5.25%. PGAS telah menunjuk JP Morgan, Standard Chartered Bank, dan ANZ Bank sebagai underwriter. Moodyβs memberi peringkat Baa3 terhadap rencana emisi obligasi global PGAS, di mana S&P memberi peringkat BB+ dan Fitch memberi peringkat BBB-. Ketiga lembaga pemeringkat memberi outlook positif. Seluruh dana hasil emisi obligasi akan dialokasikan untuk mendukung belanja modal tahun ini untuk mendukung beberapa proyek infrastruktur gas.
(ang/ang)











































