Begitu pun dengan asing yang sempat kembali mencatatkan nett buy (meski akhirnya nett sell) juga turut membantu naiknya IHSG. Tetapi, imbas positif tersebut tidak membuat IHSG melonjak tajam (sempat melemah) karena juga diselingi dengan aksi jual seiring masih adanya aksi menahan diri sebagian pelaku pasar terhadap, baik sentimen politik maupun jelang piala dunia. Beruntungnya laju pembukaan pasar saham Eropa masih melanjutkan kenaikannya dan Rupiah yang berbalik naik sehingga berimbas positif pada IHSG di akhir sesi. Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 4958,43 (level tertingginya) di akhir sesi 1 dan menyentuh level 4928,90 (level terendahnya) jelang preclosing dan berakhir di level 4937,18. Volume perdagangan dan nilai total transaksi naik. Investor asing mencatatkan nett sell dengan kenaikan nilai transaksi beli dan penurunan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy.
Pada perdagangan Senin (9/6) IHSG diperkirakan akan berada pada rentang support 4900-4930 dan resisten 4955-4967. Shooting star masih bertahan di middle bollinger band (MBB ). MACD masih melandai dengan histogram negatif yang mendatar. RSI, Stochastic, dan William’s %R masih tertahan kenaikannya di sekitar area oversold. IHSG sempat bergerak melewati target resisten (4945-4957) namun, ditutup di bawah level tersebut. Sikap menahan diri cenderung mengurangi posisi para pelaku pasar membuat IHSG masih sulit untuk naik signifikan. IHSG pun diperkirakan kurang lebih tidak jauh beda dengan sebelumnya di mana hanya akan variatif cenderung mencoba kembali naik tipis. Tentunya dengan harapan aksi jual dapat berkurang.
(ang/ang)











































