Jakarta - Meski IHSG ditutup di zona hijau namun, sepanjang intraday perdagangan terlihat laju IHSG sedang in the bad mood yang terlihat sempat beberapa kali ke zona merah dan sempat malas untuk bangkit. Apalagi ditambah dengan laju Rupiah yang sempat melemah jelang rilis RDG BI (meski akhirnya ditutup positif) dan imbas melemahnya sejumlah bursa saham China yang juga terimbas melemahnya bursa saham AS. Untungnya masih nett buy nya asing dan masih menguatnya sejumlah saham-saham biga caps. A.l UNVR, INTP, UNTR, ASII, SMGR, dan lainnya turut menopang IHSG untuk dapat kembali ke zona hijau. Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 4971,95 (level tertingginya) di akhir sesi 2 dan menyentuh level 4939,98 (level terendahnya) di mid sesi 2 dan berakhir di level 4971,95. Volume perdagangan turun dan nilai total transaksi naik. Investor asing mencatatkan nett buy dengan penurunan nilai transaksi beli dan kenaikan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.
Pada perdagangan Kamis (12/6) IHSG diperkirakan akan berada pada rentang support 4935-4961 dan resisten 4978-4988. White marubozu di atas middle bollinger band (MBB ). MACD mencoba berbalik naik dengan histogram negatif yang memendek. RSI, Stochastic, dan William’s %R mencoba bertahan naik di atas area oversold. IHSG dapat ditahan di kisaran target support (4950-4978) meski sempat turun tipis. Diharapkan dukungan daya beli masih dapat bertahan untuk membantu IHSG tetap menghijau. Tetapi, perlu juga mewaspadai adanya pembalikan arah jika IHSG mulai terganggu dengan imbas negatif laju bursa saham global.
(ang/ang)