Kiwoom Securities: Belum Ada Faktor yang Menggairahkan Pasar

Kiwoom Securities: Belum Ada Faktor yang Menggairahkan Pasar

- detikFinance
Senin, 30 Jun 2014 08:13 WIB
Kiwoom Securities: Belum Ada Faktor yang Menggairahkan Pasar
Jakarta - Tidak adanya faktor positif belum dapat menggairahkan aktifitas perdagangan. IHSG terkoreksi diikuti oleh adanya aksi jual asing minggu lalu. Adanya potensi window dressing di akhir perdagangan 1H14 diharapkan dapat mempertahankan posisi IHSG. Sehingga, kami memperkirakan IHSG akan bergerak di area yang positif untuk hari ini.


BALI – Ekspansi menara

PT Bali Towerindo (BALI) berencana membangun hingga 300 menara telekomunikasi dalam dua tahun mendatang. BALI akan membangun 100 hingga 150 menara per tahun dan pembangunan menara tersebut kemungkinan akan dibangun di luar Pulau Bali. Tahun ini, perseroan menyiapkan Rp 100 miliar untuk belanja modal. BALI akan menggunakan dana dari kas internal dan pinjaman bank untuk membiayai belanja modal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Β 

IKBI – Kinerja 1Q 2014

PT Sumi Indo Kabel (IKBI) membukukan penurunan laba bersih 1Q 2014 sebesar 78.6%Yoy menjadi US$ 1.09 Juta Vs US$ 5.08 Juta pada 1Q 2013 lalu. Turunnya kinerja dipicu oleh penurunan penjualan sebesar 22.6%Yoy menjadi US$ 139.6 Juta. IKBI membukukan penurunan laba operasi sebesar 77%Yoy menjadi US$ 1.55 Juta.

Β 

IMAS – Belanja modal

PT Indomobil Sukses Internasional (IMAS) mengalokasikan dana belanja modal senilai US$ 60 Juta tahun ini yang berasal dari kas internal. IMAS telah menambah 6 diler sepanjang 1Q 2014 dari rencana menambah 20 diler baru tahun ini. Setiap diler diperkirakan membutuhkan dana Rp 40 Miliar tergantung harga tanah. IMAS menunda sejumlah proyek seperti pembangunan pabrik VS tahun ini akibat depresiasi Rupiah.

Β 

SMRU – Rencana rights issue

PT SMR Utama (SMRU) berencana menerbitkan 10.5 miliar lembar saham baru atau rights issue. Dalam rights issue yang akan digelar pada Juli 2014 memiliki rasio rights issue 1:7. Dana dari hasil aksi korporasi tersebut sebesar Rp 1.01 Triliun akan digunakan untuk mengambil alih 99.99% saham PT Ricobana. SMRU akan mengakuisisi 70.29% saham PT Baramega Prima Lestari (BPL) dan 29.70% saham PT Mitra Prima Sukses Abada (MPSA) atau sebesar 99% saham dari modal PT Ricobana. Rencana aksi korporasi tersebut telah disetujui oleh pemegang saham dalam rapat umum pemegang saham tahuan (RUPST).

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads