Tidak hanya itu, dirilisnya pemberitaan akan tetap stabilnya inflasi dan akan surplusnya neraca perdagangan turut menambah sentimen positif. Melemahnya harga minyak mentah yang diikuti dengan kenaikan Rupiah juga mampu menopang penguatan IHSG. Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 4878,58 (level tertingginya) di akhir sesi 2 dan menyentuh level 4845,61 (level terendahnya) di awal sesi 1 dan berakhir di level 4878,58. Volume perdagangan dan nilai total transaksi naik. Investor asing mencatatkan nett buy dengan kenaikan nilai transaksi beli dan penurunan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.
Pada perdagangan Selasa (30/6) IHSG diperkirakan akan berada pada rentang support 4840-4867 dan resisten 4885-4892. Separating lines di atas lower bollinger band (LBB). MACD bergerak naik tipis dengan histogram negatif yang memendek. RSI, Stochastic, dan Williamβs %R mencoba berbalik naik. Meski IHSG sempat berada di bawah kisaran target resisten (4865-4880) namun, akhirnya dapat kembali ke dalam kisaran tersebut. Bertahannya sentimen positif tentu diperlukan agar dapat berimbas positif pula pada IHSG yang saat ini mencoba untuk rebound.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(dnl/dnl)











































