Kiwoom Securities: Kondisi Perbankan Portugal Picu Kekhawatiran

- detikFinance
Jumat, 11 Jul 2014 08:20 WIB
Jakarta - Melemahnya bursa dunia dipicu kekhawatiran pada kondisi perbankan Portugal dapat memberikan tekanan. IHSG masih bergerak cukup positif diikuti oleh naiknya volume serta tingginya sentimen beli asing kemarin. Akan tetapi, adanya pola doji serta posisi di dekat level psikologis 5,100 berpotensi menghambat kenaikan. Maka, kami memperkirakan IHSG akan bergerak di kisaran positif positif hari ini.


KRAS – Rencana ekspansi

PT Krakatau Steel (KRAS) berencana meningkatkan kapasitas produksi baja lembaran panas (hot rolled coil / HRC) dari 2.4 juta ton per tahun saat ini menjadi 3.9 juta ton per tahun pada 2017 dengan membangun pabrik hot strip mill #2 (HSM#2 project). Untuk mendukung investasi tersebut manajemen tengah mencari pendanaan eksternal senilai US$ 400-500 Juta. Saat ini KRAS masih memiliki dana sekitar Rp 928.3 Miliar (sekitar US$ 105.6 Juta) dana hasil IPO pada 2010 lalu.


MBAP – Idemitsu akuisisi 12% saham

Idemitsu Kosan Co Ltd, perusahaan energi asal Jepang, membeli 147.27 juta saham (12% saham) PT Mitrabara Adiperdana (MBAP), perusahaan batubara milik Grup Baramulti dan Idemitsu dapat mengeksekusi seluruh option to acquire shares agreement yang telah disepakati pada 3 April 2014 hingga 27.68% saham. Sebelumnya Idemitsu, pada November 20112 telah mengakuisisi 3% saham PT Baramulti Suksessarana (BSSR). Akuisisi ini diharapkan dapat meningkatkan ekspor batubara ke sejumlah negara di Asia.


MLPL – Peringkat B+ dari Fitch

PT Multipolar (MLPL) memperoleh peringkat B+ dari lembaga pemeringkat global, Fitch Ratings. Peringkat untuk komitmen jangka panjang perseroan dinilai memiliki prospek stabil. Selain itu, peringkat surat utang MLPL senilai US$ 230 juta juga memperoleh peringkat B+. Obligasi tersebut diterbitkan oleh anak usaha perseroan, Pacific Emerald Pte Ltd dan akan jatuh tempo pada 2018. Manajemen Fitch menjelaskan peringkat MLPL mencerminkan arus kas yang baik dari anak usaha perseroan, PT Matahari Putra Prima (MPPA) dan PT Matahari Department Store (LPPF).


TINS – Menurunkan belanja modal

PT Timah menurunkan belanja modal tahun ini sebesar 30% menjadi Rp 840 Miliar dari rencana semula senilai Rp 1.2 Triliun. TINS akan lebih memprioritaskan belanja modal untuk peningkatan produksi dan memperbaiki harga jual timah. TINS sedang mengevaluasi rencana investasi tahun ini dan Proyek investasi yang bersifat jangka panjang dan diluar masalah produksi akan dikurangi. Salah satu strategi perseroan untuk meningkatkan harga timah adalah dengan membatasi penjualan timah dalam negeri dan ekspor. Sementara itu, TINS juga sedang mempersiapkan pembentukan anak usaha baru di sektor properti. Rencananya TINS akan melakukan uji coba dengan mengelola tanah milik TINS di Bekasi seluas 176 Ha.

(ang/ang)