First Asia Capital: Penguatan IHSG Dibatasi Aksi Ambil Untung

First Asia Capital: Penguatan IHSG Dibatasi Aksi Ambil Untung

- detikFinance
Jumat, 11 Jul 2014 08:48 WIB
First Asia Capital: Penguatan IHSG Dibatasi Aksi Ambil Untung
Jakarta - IHSG kemarin melonjak merespon hasil Quick Count yang memenangin Jokowi dalam pemilihan presiden Rabu kemarin, sempat menguat 140 poin sebelum akhirnya ditutup menguat 73,298 poin (1,46%) di posisi 5098,010. Ini merupakan posisi tertinggi IHSG sejak perdagangan akhir Mei 2013 lalu. Penguatan signifikan IHSG terutama didorong masuknya dana asing yang mencapai Rp4,2 triliun. Seiring dengan penguatan IHSG, nilai tukar rupiah atas dolar AS juga menguat hingga 1,25% di Rp11549 dari posisi Rp11695 sebelumnya.

Kemarin Bank Indonesia (BI) kembali menahan BI Rate di 7,5%. Penguatan IHSG kemarin dinilai lebih bersifat sentimen atas hasil Quick Count sehingga diperkirakan akan bersifat sementara. Pasar pada gilirannya akan kembali memperhatikan faktor fundamental perekonomian nasional yang tengah menghadapi tantangan berat dan menyesuaikan dengan harga sejumlah saham sektoral yang relatif tinggi saat ini dengan PE pasar sekitar 20x.

Sementara dari faktor eksternal, sejumlah indeks bursa utama global ditutup di teritori negatif menyusul kekhawatiran atas masalah yang dihadapi bank terbesar di Portugal yaitu Espirito Santo Financial Group. Indeks DJIA dan S&P di Wall Street masing-masing terkoreksi 0,42% dan 0,41% ditutup di 16915,07 dan 1964,68.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada perdagangan hari ini, peluang penguatan IHSG diperkirakan akan terbatas karena rawan aksi ambil untung mengingat sejumlah saham unggulan relatif mahal terutama yang bergerak di sektor perbankan dan properti dan secara technical posisi IHSG saat ini juga berada di area overbought. IHSG diperkirakan akan bergerak dengan resisten di 5150 dan support di 5020 berpeluang menguat terbatas.

IHSG : S1 5020 S2 4970 R1 5150 R2 5200

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads