Jakarta - Kenaikan tipis HSI masih membuat laju IHSG dapat melanjutkan kenaikannya terimbas positifnya rilis data- data pertumbuhan China untuk kembali mengakumulasi saham-saham, terutama saham-saham big caps. Di sisi lain, masih positifnya laju pasar obligasi dan kembalinya asing melanjutkan nett buy memberikan sentimen positif pada IHSG. Tidak hanya itu, munculnya ekspektasi akan hasil PilPres minggu depan dapat diterima semua pihak sehingga berlangsung dengan aman turut memberikan imbas positif. Tetapi, kenaikan tersebut masih dibayang-bayangi potensi pembalikan arah karena mulai adanya aksi-aksi profit taking, meski terbatas. Variatifnya laju bursa saham Asia dengan cenderung melemah dan masih longsornya Rupiah memicu aksi profit taking tersebut. Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 5132,73 (level tertingginya) di mid sesi 2 dan menyentuh level 5076,27 (level terendahnya) di awal sesi 1 dan berakhir di level 5113,93. Volume perdagangan dan nilai total transaksi naik. Investor asing mencatatkan nett buy dengan kenaikan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.
Pada perdagangan Kamis (17/7) IHSG diperkirakan akan berada pada rentang support 5050-5085 dan resisten 5125-5138. Shooting star di bawah upper bollinger band (UBB ). MACD berbalik naik dengan histogram positif yang memanjang. RSI, Stochastic, dan William’s %R berbalik naik. Laju IHSG bertahan di atas target resisten (5035-5050) seiring dengan masih maraknya aksi beli. Meski masih ada sentimen positif yang berpotensi membuat IHSG melanjutkan kenaikannya namun, mulai adanya aksi-aksi profit taking dapat menahan potensi keberlanjutan tersebut. Tetap mewaspadai potensi pembalikan arah karena utang gap 4989-5008 belum tertutupi sempurna.
(ang/ang)