Pertumbuhan ekonomi China kuartal dua tahun ini tumbuh 7,5% (yoy) di atas perkiraan sebelumnya 7,4%. Perkembangan ekonomi China tersebut membuat saham-saham berbasiskan komoditas tambang seperti logam nikel kembali diburu pelaku pasar. Sebagai respon atas pertumbuhan ekonomia China pasar saham global tadi malam kembali melanjutkan trend bullish.
Indeks DJIA dan S&P di Wall ditutup di teritori positif. Selain sentimen data China, penguatan Wall Street turut dipicu sejumlah isu individual seperti rilis laba 2Q14 dan aksi korporasi lainnya serta data-data ekonomi AS yang keluar. Saham berbasiskan teknologi seperti Intel, Microsoft, IBM, dan Cisco System menjadi motor penguatan indeks DJIA tadi malam yang ditutup di level tertinggi baru di 17138,20 naik 0,45%.Β
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(ang/ang)











































