Data indeks manufaktur China yang di rilis positif mendorong IHSG menguat. Sementara itu, neraca perdagangan dan indeks manufaktur Japan yang mengalami kontraksi membuat pelaku pasar melakukan aksi profit taking. Sektor pertambangan naik cukup signifikan di ikuti dengan sektor agriculture. Tercatat investor asing mencatatkan net buy sebesar Rp 368 miliar.
Sementara itu, bursa Wall Street semalam ditutup mixed. Indeks Standard & Poor's 500 naik 0,05% ke rekor tertingginya yakni 1,987.98. Sedangkan indeks DJIA turun kurang dari 0.1% menjadi 17,083.80. Kinerja emiten tercatat lebih baik dari prediksi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mixednya data perekonomian AS membuat pelaku pasar cenderung mengambil posisi aman dengan bermain cepat.
Hari ini kami perkirakan IHSG akan bergerak variatif dengan kecenderungan melemah terbatas menjelang hari libur lebaran. Secara teknikal, IHSG berada di bawah area upper bollinger bands dan membentuk candle menyerupai bearish engulfing.
Indikator MACD bergerak menurun dengan histogram negatif yang memendek, indikator stochastic oscillator berada di area overbought. Kami perkirakan IHSG akan berada pada kisaran support 5.062 dan resistance 5.142.
(hen/hen)











































