Jakarta - Akhirnya apa yang menjadi kekhawatiran kami terjadi dimana sebelumnya kami sampaikan untuk tetap mewaspadai potensi-potensi sentimen yang dapat menahan laju IHSG. Berbalik melemahnya laju bursa saham Asia dan hasrat terpendam untuk profit taking setelah IHSG menyentuh area jenuh belinya membuat IHSG tidak mampu melanjutkan penguatannya. IHSG harus menahan keinginannya untuk lanjut menguat setelah diterpa mulai maraknya aksi jual. Apalagi dua utang gap di 5076-5088 dan 5113-5127 juga belum tertutup. Di sisi lain, terapresiasinya Rupiah dan tetapnya BI rate juga tidak mampu menopang kenaikan lanjutan IHSG karena (mungkin) pasar telah price-in akan tetapnya BI rate. Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 5168,27 (level tertingginya) di akhir sesi 1 dan menyentuh level 5134,23 (level terendahnya) di awal sesi 1 dan berakhir di level 5168,27. Volume perdagangan naik dan nilai total transaksi turun. Investor asing mencatatkan nett buy dengan penurunan nilai transaksi beli dan kenaikan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.
Pada perdagangan Jumat (15/8) IHSG diperkirakan akan berada pada rentang support 5124-5138 dan resisten 5170-5188. Hanging man di upper bollinger band (UBB ). MACD terbatas setelah golden cross dengan histogram negatif yang memendek. RSI, Stochastic, dan William’s %R cenderung melemah. Laju IHSG sempat berada di target support (5130-5155) dan juga berada di target resisten (5175-5182) meski akhirnya menyentuh juga target support. Setelah rilis BI rate tidak berpengaruh pada penguatan lanjutan IHSG, berikutnya ialah pelaku pasar menunggu hasil akhir sidang MK dan pembacaan nota keuangan APBN. Tetap mewaspadai potensi pelemahan lanjutan jika sentimen-sentimen tersebut tidak sesuai dengan estimasi
(ang/ang)