Jakarta - Pasca sehari selesainya sidang pembacaan gugatan PilPres, laju IHSG berakhir negatif. Padahal banyak yang sangat berharap, dengan keluarnya keputusan sidang tersebut yang sesuai dengan ekspektasi pasar, dapat memberikan amunisi tambahan bagi IHSG selain dari sentimen global yang positif agar IHSG dapat melanjutkan penguatannya. Tetapi, hal tersebut tidak terjadi dikarenakan sudah terealisasinya bahan maupun sentimen yang diekspektasikan. Namun demikian, dengan masih positifnya laju bursa saham Asia dan berbalik naiknya laju Rupiah mampu menahan pelemahan yang terjadi. Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 5223,26 (level tertingginya) di awal sesi 1 dan menyentuh level 5187,38 (level terendahnya) jelang akhir sesi 1 dan berakhir di level 5198,90. Volume perdagangan dan nilai total transaksi naik. Investor asing mencatatkan nett buy dengan kenaikan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.
Pada perdagangan Senin (22/8) IHSG diperkirakan akan berada pada rentang support 5170-5189 dan resisten 5219-5225. Spinning di bawah upper bollinger band (UBB ). MACD cenderung bergerak mendatar dengan histogram positif yang turun. RSI, Stochastic, dan William’s %R berbalik turun. Laju IHSG terjaga di atas target support (5150-5185) dan sempat melampaui kisaran target resisten (5212-5218) meski berakhir di bawah target resisten tersebut. Telah terealisasinya bahan sentimen yang ada membuat pelaku pasar cenderung mengamankan posisi sehingga berpeluang akan melanjutkan pelemahannya. Namun demikian, diharapkan masih adanya rilis data-data ekonomi global dan pidato dari bank sentral global dapat direspons positif sehingga dapat menahan pelemahan yang mungkin terjadi.
(ang/ang)