Jakarta - Seperti yang kami ulas sebelumnya dimana telah terealisasinya bahan sentimen yang ada membuat pelaku pasar cenderung mengamankan posisi sehingga berpeluang akan melanjutkan pelemahannya. Dan kondisi tersebut masih berlanjut di awal pekan ini meski laju bursa saham Asia berada di zona positif. Sentimen positif dari hasil pertemuan para bank sentral di Jackson Hole ternyata hanya berpengaruh pada laju bursa saham Asia namun, tidak halnya dengan IHSG. Di sisi lain, laju Rupiah yang berbalik melemah turut membuat IHSG tidak mampu keluar dari zona merah. Begitupun dengan transaksi asing yang tercatat nett sell. Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 5200,01 (level tertingginya) di awal sesi 1 dan menyentuh level 5177,69 (level terendahnya) mid sesi 1 dan berakhir di level 5184,96. Volume perdagangan naik dan nilai total transaksi turun. Investor asing mencatatkan nett sell dengan penurunan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy.
Pada perdagangan Selasa (26/8) IHSG diperkirakan akan berada pada rentang support 5168-5178 dan resisten 5205-5215. Evening star di bawah upper bollinger band (UBB ). MACD cenderung bergerak menurun dengan histogram positif yang turun. RSI, Stochastic, dan William’s %R melanjutkan penurunan. Laju IHSG terjaga di sekitar target support (5170-5189) dan berakhir pun di target kisaran tersebut. Belum adanya sentimen yang dapat memberikan imbas positif bagi IHSG membuat pelaku pasar cenderung masih akan melanjutkan aksi jual sehingga dapat berimbas pada penurunan lanjutan IHSG. Apalagi, masih banyak saham-saham yang berada di sekitar area overbought-nya semakin memicu aksi jual tersebut. Namun demikian, kami berharap pelemahan yang terjadi dapat terbatas sehingga tidak merubah tren IHSG.
(ang/ang)