Jakarta - Pemandangan menarik di lantai bursa saham dimana saat laju bursa saham Asia bergerak melemah seiring imbas mulai berkurangnya penguatan laju bursa saham AS dan Eropa, kini laju IHSG mampu bertahan di zona hijau. Masih positifnya laju nilai tukar Rupiah dan transaksi asing yang juga masih mencatatkan nett buy, dan menguatnya saham-saham di aneka industri dan konsumer turut memberikan amunisi tambahan bagi IHSG. Optimisme tersebut juga didukung oleh respon positif terhadap normalisasi penyaluran BBM; mulusnya pertemuan antara Presiden SBY dan Jokowi untuk membahas APBN; serta belum akan dinaikkannya harga BBM. Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 5194,48 (level tertingginya) di awal sesi 1 dan menyentuh level 5165,02 (level terendahnya) di mid sesi sesi 2 dan berakhir di level 5184,48. Volume perdagangan dan nilai total transaksi naik. Investor asing mencatatkan nett buy dengan kenaikan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.
Pada perdagangan Jumat (29/8) IHSG diperkirakan akan berada pada rentang support 5160-5173 dan resisten 5192-5196. Three inside up di atas middle bollinger band (MBB ). MACD mencoba berbalik naik dengan histogram negatif yang memendek. RSI, Stochastic, dan William’s %R mencoba bertahan dari pelemahannya dan bergerak naik. Laju IHSG dapat terjaga di atas target support (5139-5158) serta mampu melampaui target resisten (5172-5178). Walaupun sentimen dari dalam negeri cukup positif namun, tetap memiliki peluang terjadinya pembalikan arah jika pelaku pasar terkena dampak mulai variatif dan melemahnya laju bursa saham global. Tetap memperhatikan sentimen yang ada.
(ang/ang)