Jakarta - Meski terdapat kekhawatiran akan adanya pelemahan dan laju nilai tukar Rupiah yang masih melanjutkan pelemahan namun, laju IHSG masih mampu bertahan di zona positif. Tampaknya pelaku pasar masih melakukan aksi beli seiring masih adanya sentimen positif. Apalagi saham-saham komoditas, terutama saham-saham komoditas yang berhubungan dengan CPO masih menunjukkan kenaikan sehingga memberikan tambahan amunisi bagi IHSG untuk bertahan menghijau. Di sisi lain, asing yang berbalik mencatatkan nett buy dan dukungan dari transaksi crossing saham TOWR hingga Rp 13 triliun yang dilakukan konglomerasi Djarum juga menambah sentimen positif bagi IHSG. Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 5226,25 (level tertingginya) di mid sesi 2 dan menyentuh level 5206,12 (level terendahnya) di awal sesi 1 dan berakhir di level 5224,14. Volume perdagangan dan nilai total transaksi naik. Investor asing mencatatkan nett buy dengan kenaikan nilai transaksi beli dan kenaikan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.
Pada perdagangan Kamis (4/9) IHSG diperkirakan akan berada pada rentang support 5200-5215 dan resisten 5230-5245. White marubozu mendekati upper bollinger band (MBB ). MACD mencoba membentuk golden cross dengan histogram negatif yang memendek. RSI, Stochastic, dan William’s %R melanjutkan pergerakan naik. Laju IHSG mampu bertahan di atas target support (5075-5189) dan juga mampu melampaui target resisten (5212-5220). Kembalinya asing nett buy memberikan amunisi bagi IHSG namun, juga meninggalkan utang gap 5201-5206. Meski IHSG masih memiliki peluang kenaikan lanjutan namun, tetap mencermati dan mengantisipasi bila terdapat perubahan arah pasar dan adanya profit taking.
(ang/ang)