IPO – PT Karisma Aksara Mediatama
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
ADRO – Anak usaha digugat kontraktor
Anak usaha PT Adaro Energy (ADRO), PT Makmur Sejahtera Wisesa, perusahaan yang bergerak di bidang pembangkit listrik sedang menghadapi sengketa hukum di Pusat Arbitrase Internasional Singapura (SIAC) oleh PT Punj Lloyd Indonesia dan Punj Llyod Pte Ltd yang merupakan kontraktor dalam menggarap proyek pembangkit listrik mulut tambang berkapasitas 2x30 megawaat di Tanjung, Kalimantan Selatan. Permohonan Arbitrase dari dua kontraktor diajukan adanya sengketa kontrak penyediaan peralatan, kontrak jasa konstruksi an guarantee and corditation agreement.
CMNP – Rencana rights issue
PT Citra Marga Nushapala Persada (CMNP) berencana rights issue dengan menjual sebanyak 660 juta lembar saham (30% saham). Sehingga, CMNP menargetkan perolehan dana Rp 660 Miliar dari penerbitan rights issue. CMNP berencana melepas 10% saham melalui penawaran terbatas (private placement) dan sisanya 20% saham melalui penawaran umum dengan HMETD. Dana hasil rights issue tersebut akan digunakan untuk membiayai akuisisi saham PT Cipaganti Citra Graha (CPGT) dan pengembangan jalan tol. Harga final pelaksanaan rights issue akan ditetapkan setelah mendapatkan persetujuan pemegang saham dalam RUPS.
SMRA – Rencana emisi obligasi
PT Summarecon Agung (SMRA) sedang menggelar penawaran awal penerbitan obligasi senilai Rp 700 MIliar. Penerbitan obligasi akan dibagi menjadi surat utang konvensional dan sukuk dengan tenor keduanya 5 tahun dan indikatif kupon 11%-12%. Emisi obligasi kali ini merupakan bagian dari penerbitan umum berkelanjutan (PUB) tahap II yang tersisa RP 1.4 Triliun . Tahun lalu perseroan telah menerbitkan obligasi dan sukuk senilai total Rp 600 MIliar. Sebagian besar dana hasil penerbitan obligasi akan digunakan untuk pembelian lahan.
WTON – Belanja modal 2015
PT. Wijaya Karya Beton (WTON) mengalokasikan belanja modal pada tahun 2015 senilai Rp 600 Miliar yang akan digunakan untuk proyek konstruksi, pembangunan dan operasional pabrik. Dana belanja modal berasal pinjaman bank sebesar 15-20% dan selebihnya dari hasil IPO.
(ang/ang)











































