Dari pasar Asia, pergerakan pasar saham dipengaruhi oleh kekhawatiran terhadap The Fed yang akan menaikkan tingkat suku bunga acuan lebih cepat dibandingkan prediksi semula. Koreksi pasar saham Asia ditunjukkan oleh indeks Nikkei 225 sebesar -0,35%.
Sementara harga kontrak berjangka (futures) komoditas bergerak menguat. Harga minyak mentah WTI naik +0,26% ke level US$92,99 per barel. Sedangkan harga emas Comex menguat +0,15% ke posisi US$1.254 per troy ounce.
Dari dalam negeri, Bank Indonesia (BI) akan mengatur utang luar negeri swasta dengan memberlakukan aturan rasio utang atau liabilitas terhadap aset dalam bentuk valuta asing. Dengan regulasi itu, bank sentral ingin mengatasi risiko currency mismatch dan maturity mismatch (ketidaksesuaian jatuh tempo).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Analis Teknikal Mandiri Sekuritas, indeks harga saham gabungan (IHSG) diperdagangkan di atas EMA 200 hari.
Indeks bergerak melemah dan menutup gap sebelumnya di 5.224. Indeks masih fase konsolidasi dan bergerak tertahan di area resistance 5.226/ 5.300. Hari ini Indeks akan bergerak mixed to up dengan kenaikan terbatas. Indeks bergerak di kisaran support 5.179 dan resistance 5.233.
Mandiri Sekuritas
Pasar saham AS melemah, seiring tingkat imbal hasil obligasi yang mencapai titik tertinggi bulanannya. Pelemahan dialami oleh indeks Dow Jones Industrial Avg sebesar -0,57% dan indeks S&P500 sebesar -0,65%.
Dari pasar Asia, pergerakan pasar saham dipengaruhi oleh kekhawatiran terhadap The Fed yang akan menaikkan tingkat suku bunga acuan lebih cepat dibandingkan prediksi semula. Koreksi pasar saham Asia ditunjukkan oleh indeks Nikkei 225 sebesar -0,35%.
Sementara harga kontrak berjangka (futures) komoditas bergerak menguat. Harga minyak mentah WTI naik +0,26% ke level US$92,99 per barel. Sedangkan harga emas Comex menguat +0,15% ke posisi US$1.254 per troy ounce.
Dari dalam negeri, Bank Indonesia (BI) akan mengatur utang luar negeri swasta dengan memberlakukan aturan rasio utang atau liabilitas terhadap aset dalam bentuk valuta asing. Dengan regulasi itu, bank sentral ingin mengatasi risiko currency mismatch dan maturity mismatch (ketidaksesuaian jatuh tempo).
Apalagi, tahun depan Indonesia akan menghadapi kebijakan penaikan suku bunga di AS yang dapat menimbulkan risiko pelemahan nilai tukar rupiah dan kenaikan suku bunga.
Menurut Analis Teknikal Mandiri Sekuritas, indeks harga saham gabungan (IHSG) diperdagangkan di atas EMA 200 hari.
Indeks bergerak melemah dan menutup gap sebelumnya di 5.224. Indeks masih fase konsolidasi dan bergerak tertahan di area resistance 5.226/ 5.300. Hari ini Indeks akan bergerak mixed to up dengan kenaikan terbatas. Indeks bergerak dikisaran support 5.179 dan resistance 5.233. (ang/ang)











































