Semesta Indovest: Dua Hari Tertekan, IHSG Konsolidasi

Semesta Indovest: Dua Hari Tertekan, IHSG Konsolidasi

- detikFinance
Kamis, 11 Sep 2014 08:14 WIB
Jakarta - Bursa AS ditutup positif tadi malam, indeks Dow Jones naik 54,84 poin atau 0,32%, S&P 500 naik 0,36%, dan Nasdaq naik 0,75%. Penguatan indeks didorong oleh naiknya saham-saham sector teknologi berbasis media social seperti Twitter, Facebook, dan Linkedin setelah analis merekomendasikan Buy pada saham-saham tersebut. Penguatan juga ditopang naiknya saham Apple setelah perusahaan tersebut memperkenalkan produk baru berupa jam pintar dan gadget untuk pembayaran. Investor menantikan sidang the Fed pada minggu depan, apakah ada kenaikan suku bunga atau tidak.

Bursa eropa ditutup flat terimbas aksi wait and see pelaku pasar jelang sidang the Fed. Indeks FTSE flat di 0,02%, CAC -0,04%, DAX -0,11%.

Bursa Indonesia hari ini diperkirakan akan mulai konsolidasi setelah dua hari tertekan, tekanan diperkirakan akan mulai mereda didukung positifnya bursa Wallstreet dan juga RDG BI hari ini yang diharapkan adanya penurunan suku bunga seiring mulai redanya inflasi Indonesia. Indeks EIDO turun 1,12%. Saham-saham yang dapat diperhatikan hari ini antara lain

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Indonesia News Highlight
• BORN catatkan Rugi bersih USD657,77 juta tahun 2013

PT Borneo Lumbung Energi & Metal Tbk / BORN membukukan Rugi Bersih sebesar USD657,77 juta atau USD0,034 per saham pada 2013. Rugi bersih 2013 menunjukan memburuknya kinerja BORN bila dibandingkan dengan Rugi bersih pada 2012 sebesar USD570,92 juta atau USD0,032 per saham. Hal ini disebabkan Pendapatan Pokok perseroan mengalami penurunan dari USD645,95 juta pada 2012 menjadi USD264,20 juta pada 2013. Beban Pokok perseroan mengalami kenaikan dari USD416,13 juta menjadi USD465,38 juta. Beban Keuangan perseroan mengalami kenaikan dari USD77,41 juta menjadi USD95,62 juta. Rugi Bersih Entitas asosiasi mengalami penurunan dari USD552,87 juta menjadi USD50,46 miliar. Beban Usaha perseroan mengalami kenaikan dari USD119,79 juta menjadi USD267,15 juta.

• GIAA Batal Cari Investor Strategis Bagi Citilink

Maskapai penerbangan pelat merah PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. membatalkan pencarian investor strategis bagi anak usahanya PT Citilink Indonesia. Vice President Corporate Communications Garuda Indonesia Pujobroto mengatakan pencarian investor strategis bagi Citilink itu bertujuan untuk meningkatkan ekuitas anak usaha perseroan. Proses tersebut telah direncanakan sejak September 2013. "Berdasarkan kondisi kinerja Citilink dan juga diskusi dengan calon investor, maka demi kepentingan terbaik bagi Citilink dan Garuda Indonesia, proses ini tidak dilanjutkan dahulu," ujarnya dalam siaran pers, Senin (9/9/2014).

• PTPP Bidik Laba Rp1,7 T Pada 2018

Perusahaan konstruksi pelat merah PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk. membidik perolehan laba bersih mencapai Rp1,7 triliun hingga 2018. Direktur Utama PTPP Bambang Triwibowo mengatakan target perolehan laba bersih tersebut melonjak 448,38% dari raihan laba pada akhir 2012 yang mencapai Rp310 miliar. "Jika tidak ada transformasi yang dilakukan pada 2012, laba bersih PTPP pada 2018 hanya mencapai Rp638 miliar. Dengan transformasi, laba bisa mencapai Rp1,7 triliun," ungkapnya kepada Bisnis, Selasa (9/9/2014). Dia menyebutkan transformasi bisnis yang dilakukan perseroan sejak 2012 membuat kinerja perseroan melesat cukup tinggi. Pada tahun ini, perseroan membidik target laba bersih sekitar Rp560 miliar hingga Rp600 miliar. Perseroan menargetkan, pendapatan yang diraih pada 2018 dapat mencapai Rp28,5 triliun. Pendapatan diperoleh terutama dari setidaknya lima anak usaha perseroan yang terkait dengan sektor konstruksi.

 MTLA bukukan penjualan Rp605 M hingga Agustus 2014

PT Metropolitan Land Tbk (MTLA) hingga Agustus 2014 baru membukukan marketing sales Rp605 miliar. Penjualan tersebut baru memenuhi 52,6% dari target tahun 2014 sebesar Rp1,1 triliun. Marketing sales tersebut terdiri dari residensial senilai Rp383 miliar serta perkantoran Rp2 miliar. Pendapatan berulang atau recurring income MTLA dari pusat perbelanjaan sebesar Rp155 miliar, hotel Rp59 miliar, dan fasilitas olahraga Rp6 miliar. Rendahnya marketing sales perkantoran dikarenakan baru dilakukannya peluncuran kembali atau relaunching. Sedangkan, marketing sales residensial tapak hampir mirip dengan perolehan tahun 2013. Perolehan recurring income lebih tinggi dibanding periode yang sama tahun 2013. MTLA masih yakin tehadap pencapaian targetmarketing sales Rp1,15 triliun hingga akhir tahun 2014. Penjualan terbesar biasanya dibukukan di 2 bulan terakhir.


Trading Counter – Technical Analysis
• TLKM – Trading Buy
• WSKT – Buy on Weakness
• APLN – Buy on Weakness
• DILD – Buy on Weakness
• KLBF – Buy on Weakness

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads