Kiwoom Securities: IHSG Cenderung Melemah

Kiwoom Securities: IHSG Cenderung Melemah

- detikFinance
Selasa, 23 Sep 2014 08:43 WIB
Kiwoom Securities: IHSG Cenderung Melemah
Jakarta - Melemahnya Dow Jones serta bursa dunia dapat memberikan tekanan. IHSG menutup perdagangan turun kemarin. Terbentuknya pola bearish harami kemungkinan masih membuka peluang yang negatif. Oleh karena itu, kami memperkirakan IHSG masih akan bergerak cenderung melemah hari ini.


Agriculture Sector – Bea Keluar Oktober kemungkinan 0%

Pemerintah kemungkinan menurunkan Bea Keluar (BK) minyak sawit (CPO) menjadi 0% untuk pengiriman Oktober karena harga jual rata-rata CPO bulan September diyakini dibawah US$ 750 per ton. Pemerintah menetapkan BK untuk pengiriman September sebesar 9% karena harga rata-rata minyak sawit tercatat sebesar US$ 810.63 per ton pada bulan Agustus lalu. BK sebesar 7.5% diterapkan ketika harga minyak sawit berada pada kisaran US$ 750-800 per ton dan 0% ketika harga jatuh dibawah US$ 750 per ton.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

 

BBRI – Rencana emisi MTN

PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) berencana menerbitkan medium term notes senilai Rp 2 Triliun pada 4Q 2014 untuk membayar utang yang jatuh tempo. MTN akan diterbitkan dalam denominasi Rupiah dengan jangka waktu 1 hingga 3 tahun. Sebelumnya BBRI telah mendapat fasilitas pinjaman valuta asing senilai US$ 370 Juta yang akan digunakan untuk membayar utang valas yang akan jatuh tempo dalam waktu dekat.

 

SILO – Penambahan rumah sakit baru

PT Siloam International Hospitals (SILO) menargetkan membuka enam hingga delapan rumah sakit per tahun mulai tahun depan hingga tahun 2017. Alokasi belanja modal untuk delapan rumah sakit diperkirakan membutuhkan US$ 120 Juta. Target pembukaan rumah sakit per tahun pada tahun depan lebih tinggi dibandingkan realisasi pembangunan rumah sakit pada tahun ini hanya tiga rumah sakit yang menghabiskan investasi US$ 75 Juta.

 

TMAS – Pembelian kapal baru

PT Pelayaran Tempuran Emas (TMAS) akan membeli enam kapal baru hingga tahun depan senilai Rp 200 Miliar. Tahun ini, perusahaan akan menyelesaikan pembelian satu kapal dari Jepang senilai US$ 5 juta. TMAS akan membeli kapal berkapasitas 24,000 deadweight tonnage (DWT) atau 18,000 DWT atau membeli kapal dengan kapasitas yang lebih besar. Perseroan juga membayar utang tersebut menggunakan kas internal. TMAS memperkirakan industri perkapalan akan tumbuh sebesar 7%-10% pada 2015 seiring pemerintah mempercepat program di sektor maritim.

 

WIKA – Rencana rights issue

PT Wijaya Karya (WIKA) berencana menerbitkan 10% saham baru melalui mekanisme rights issue. Rencana tersebut berpotensi menurunkan porsi saham Pemerintah dari 65% saat ini menjadi 55% pasca rights issue, masih diatas ketentuan 51% minimum saham Pemerintah. WIKA menargetkan memperoleh dana sebesar Rp 2 Triliun pada 2016. Hasil dana emisi obligasi akan dialokasikan untuk modal kerja dan pembayaran utang. Setelah menjual saham PT Wijaya Karya Beton (WTON) melalui proses IPO, WIKA berencana melakukan IPO atas anak perusahaan lainnya, PT Wika Realty.

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads