PT Blue Bird berencana menjual maksimum 531.4 juta lembar saham (20% saham) melalui proses IPO. Masa penawaran awal berlangsung hari ini hingga 10 Oktober 2014. Pernyataan efektif diharapkan didapat pada 22 Oktober. Credit Suisse Securities Indonesia, Danareksa Sekuritas, dan UBS Securities Indonesia bertindak sebagai penjamin emisi utama. Kisaran harga penawaran dan target dana perolehan belum diumumkan. Sekitar 50% dana hasil IPO akan dialokasikan untuk mendukung belanja modal, 35.7% untuk pelunasan pinjaman, dan 14.3% sisanya untuk mendukung modal kerja. Sekitar 77.1% dana belanja modal dari hasil IPO akan digunakan untuk menambah jumlah armada dan 22.9% sisanya untuk akuisisi lahan dan bangunan yang akan digunakan sebagai pool.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
ARTI – Menambah rights issue
PT Ratu Prabu Energi (ARTI) menambah jumlah penerbitan saham melalui skema rights issue dari rencana awal 3.13 miliar lembar saham menjadi 6.2 miliar lembar saham. Sedangkan harga pelaksanaan rights issue diturunkan dari target semula Rp 234 per saham menjadi Rp 117 per saham. Sehingga total dana yang diraih dari rights issue mencapai Rp 733.8 Miliar. Dana hasil rights issue rencananya akan digunakan untuk membiayai pengembangan bisnis properti. ARTI mengalokasikan sekitar 47.7% atau Rp 350 Miliar dana hasil rights issue untuk membiayai pengembangan proyek Ratu Prabu 3 residences.
LINK – Rencana private placement
PT Link Net (LINK) berencana melakukan penjualan atas 50% - 60% saham melalui mekanisme market placement sebelum akhir 2014. Saat ini porsi saham publik hanya sebanyak 91.3 juta lembar saham (3% kepemilikan). LINK melakukan IPO pada 2 Juni lalu dengan harga saham perdana Rp 1,600 per lembar saham.
PGAS – Kerusakan FSRU tanggung jawab Hoegh
Manajemen PT Perusahaan Gas Negara (PGAS) menyatakan kerusakan yang terjadi pada fasilitas penyimpanan dan regasifikasi terapung (floating storage regasification unit - FSRU) menjadi tanggung jawab provider, dalam hal ini Hoegh LNG, karena masih dalam tahap commissioning. FSRU di Lampung tersebut diresmikan pada 7 April 2014 lalu. Manajemen memastikan kerusakan fasilitas FSRU di Lampung tidak mempengaruhi pasokan gas dari Lampung.
TELE – Rencana akuisisi Simpatindo
PT Tiphone Mobile Indonesia (TELE) berencana mengakuisisi 100% saham perusahan distribusi voucher pulsa elektronik, PT Simpatindo Multi Media dengan nilai akuisisi diperkirakan mencapai Rp 500 Miliar. Dana akuisisi perusahaan akan berasal dari pelepasan 25% saham TELE kepada PT PINS Indonesia, anak usaha PT Telekomunikasi Indonesia senilai Rp 1.39 Triliun. Sementara itu TELE juga berencana untuk memisahkan (spin off) anak usaha yang bergerak di bidang perdagangan, PT Excel Utama Indonesia. TELE sedang mencari mitra untuk mengelola Excel Utama.
(ang/ang)











































