Kiwoom Securities: Minat Beli Asing Belum Tinggi

Kiwoom Securities: Minat Beli Asing Belum Tinggi

- detikFinance
Rabu, 08 Okt 2014 08:42 WIB
Kiwoom Securities: Minat Beli Asing Belum Tinggi
Jakarta - Tertekannya Dow Jones dan pasar dunia dapat memberikan sentimen negatif. IHSG masih melanjutkan penguatan dengan menembus level psikologis 5,000 kemarin. Akan tetapi, belum cukup tingginya minat beli asing dapat memperlambat peluang penguatan. Sehingga, kami memperkirakan IHSG akan bergerak di area yang negatif hari ini.

 

BNLI – Rencana emisi obligasi

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

PT Bank Permata (BNLI) berencana menerbitkan obligasi berkelanjutan II tahap II senilai Rp 1 Triliun. Obligasi berkelanjutan tahap II senilai total Rp 3.5 Triliun dimana BNLI telah menerbitkan obligasi berkelanjutan tahap I senilai Rp 860 Miliar tahun lalu. Pefindo memberi peringkat idAA terhadap rencana emisi obligasi tersebut. Masa penawaran berlangsung pada 20-21 Oktober dan listing di BEI pada 27 Oktober 2014. Seluruh dana hasil emisi akan digunakan untuk mendukung ekspansi aktiva produktif.

 

ENRG – Rencana ekspansi

PT Energi Mega Persada (ENRG) mengicar 1-2 blok minyak dan gas di luar negeri dan menyiapkan dana akuisisi sebesar US$ 350 Juta. ENRG menjajaki akuisisi blok migas di Afrika, Asia dan Timur Tengah. Dana akuisisi akan berasal dari kombinasi kas internal dan eksternal. Manajemen ENRG mengungkapkan Nilai akuisisi setiap blok setara Blok Mozambik bisa lebih murah atau mahal tergantung pertimbangan nilai ekonomi, cadangan dan kapasitas produksi. Sebelumnya, ENRG mengakuisisi blok migas di Mozambik senilai US$ 175 Juta dan menguasai 75% hak partisipasi di Blok Buzi.

 

ISSP – Cari Pinjaman

PT Steel Pipe Industry of Indonesia (ISSP) tengah mencari pinjaman senilai Rp 1.27 Triliun yang akan dialokasikan untuk mendukung pembangunan pabrik pipa baja di Gresik (Jawa Timur) yang tertunda pembangunannya sejak tahun lalu. Kebutuhan dana investasi pabrik baru mencapai Rp 1.5 Triliun dan akan meningkatkan kapasitas produksi sebesar 80,000 ton pipa baja per bulan. Dengan berbagai langkah ekspansi manajemen menargetkan total kapasitas produksi naik menjadi 380,000 ton per bulan. Tahun ini ISSP mengalokasikan dana belanja modal sebesar Rp 597 Miliar, dimana hingga saat ini ISSP telah menyerap 75% untuk pengembangan produksi.

 

LEAD – Kontrak baru

PT Logindo Samudramakmur (LEAD) berhasil membukukan kontrak baru senilai US$ 70 Juta pada 9M 2014. Saat ini LEAD tengah mengikuti proses tender penyediaan kapal senilai total US$ 70 Juta. Beberapa waktu lalu LEAD berhasil mendapat kontrak penyediaan jasa kapal penunjang pengeboran lepas pantai AHTS 12,000 horsepower senilai US$ 27 Juta untuk proyek Eni Sp Adi Muara Bakau dengan masa kontrak 3 tahun. LEAD tengah menyiapkan proses atas rencana emisi obligasi valas senilai US$ 40 Juta.

 

SUGI – Kontrak penjualan gas dengan PLN

PT Sugih Energy (SUGI) melalui anak usahanya, Petroselat Ltd., akan menjual hasil produksi gas bumi Blok Selat Panjang kepada PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) dengan volume penjualan yang disepakati sebanyak 2.5-5 billion british thermal unit per day (BBTUD). Manajemen SUGI mengungkapkan kontrak penjualan akan berlaku selama periode 2014-2019. Petroselat merupakan pihak operator pada wilayah kerja Selat Panjang yang menggenggam 55% hak partisipasi melalui dua anak usaha, PT Petronusa Bumibakti dan International Mineral Resources Inc.

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads