Selain mengajukan gugatan atas keterlambatan pembayaran kupon, para pemegang obligasi PT Bakrie Telecom (BTEL) juga mengajukan permintaan percepatan pembayaran secara penuh atas obligasi senilai US$ 380 Juta. Obligasi tersebut diterbitkan oleh anak perusahaan BTEL pada tahun 2010 lalu dengan kupon 11.5% per tahun. Bunga kupon dibayar setiap tanggal 7 Mei dan 7 November, dimana BTEL belum membayar kupon yang jatuh tempo pada 7 November 2013 dan 7 Mei 2014 senilai masing-masing US$ 21.85 Juta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
CTRP – Hotel bujet
PT Ciputra Property (CTRP) akan menginvestasikan dana sebesar Rp 1.5 Triliun untuk membangun 30 hotel bujet. Hotel bujet akan dikelola oleh anak perusahan, PT Ciputra Hospitality yang mengusung brand bernama Citradream. Tahun ini CTRP menghabiskan Rp 225 Miliar untuk investasi pembangunan lima hotel bujet dengan komposisi 60% dari pinjaman bank dan sisanya dari kas perseroan. Hotel Citradream telah beroperasi di Semarang dan Cirebon sejak Juli 2014. Kemudian Bengkulu, Bandung, Yogyakarta dan Bintaro beroperasi pada tahun depan.
GIAA – Rencana ekspansi
PT Garuda Indonesia (GIAA) berencana menambah 50 unit armada pesawat Boeing 737 MAX 8s dengan kontrak senilai US$ 4.49 Miliar. Pesawat tersebut akan dikirim secara bertahap dari 2017 - 2023. Pesawat baru tersebut akan menggantikan armada lama jenis narrow body Boeing 737-900NG yang telah berusia 12 tahun dan akan segera habis masa sewanya. Sebelumnya GIAA diketahui membeli 18 unit pesawat baru yang terdiri dari 8 unit Airbus A320 dan 10 unit A320 neo Aircraft. Untuk pesawat Airbus akan dikirimkan pada 2016-2018, dimana GIAA dikabarkan tengah mencari pinjaman senilai US$ 810 Juta bertenor 10-12 tahun untuk mendukung rencana tersebut.
KBLV & LINK – Private placement
PT First Media (KBLV), Asia Link Dewa Pte Ltd dan beberapa pemegang saham lainnya akan mulai menawarkan 1.21 Miliar saham (40% saham) PT Link Net (LINK) kepada Investor Strategis pada 13 Oktober 2014 dengan harga saham antara Rp 6,200-Rp 6,700 per saham. Sehingga nilai transaksi tersebut mencapai Rp 7.54 Triliun-Rp 8.15 Triliun. Sebanyak sembilan investor tertarik untuk membeli saham LINK. CIMB, Ciptadana Securities, Credit Suisse, dan Goldman Sachs diberi mandat untuk mengatur private placement tersebut.
PWON – Akuisisi Pakuwon Permai
PT Pakuwon Jati (PWON) menyelesaikan akuisisi 67.1% saham PT Pakuwon Permai (PP) senilai Rp 2.3 Triliun pada 10 Oktober 2014. PP merupakan pemilik dan pengembang proyek superblok Supermal Pakuwon Indah di Surabaya dan dua pusat perbelanjaan ritel Royal Plaza di Surabaya dan Blok M Plaza di Jakarta serta apartemen servis Somerset Berlian di Jakarta. Perseroan menggunakan dana hasil penerbitan surat utang senilai US$ 200 Juta pada Juli tahun ini untuk menuntaskan akuisisi PP.
SMRA – Marketing Sales
PT Summarecon Agung (SMRA) mencatat marketing sales selama 9M 2014 mencapai Rp 3.03 Triliun atau 67.5% dari target FY 2014 senilai Rp 4.5 Triliun. Area Serpong merupakan contributor utama dari marketing sales tersebut yaitu sebesar 53.4%, disusul area Bekasi sebesar 42.4% dan sisanya dari area Kelapa Gading. Marketing sales selama 9M 2014 lebih rendah 6.1% dari 9M 2013 yang mencapai Rp 3.23 Triliun.
(ang/ang)











































