Dari pasar Asia, pergerakan pasar saham dipengaruhi oleh kekhawatiran Ebola dan suhu politik di Hong Kong yang kembali memanas. Koreksi pasar saham Asia ditunjukkan oleh indeks Nikkei 225 di Jepang sebesar -1,81%.
Sementara harga kontrak berjangka (futures) komoditas juga terkoreksi. Harga minyak mentah WTI turun -1% ke level US$80,96 per barel. Sedangkan harga emas Comex terkoreksi -0,31% ke posisi US$1.240,90 per troy ounce.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, revisi Permendag 56/M-DAG/2014 tentang Perubahan Atas Permendag 70/M-DAG/2013 berpotensi menyerap turis asing belanja di indonesia.
Revisi Permendag tersebut akan menjadi Pedoman Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanja dan Toko Modern dan membuat pengelola pusat perbelanjaan diberi kelonggaran terhadap penjualan produk-produk asing.
Para pengusaha yakin dengan banyaknya merek dalam dan luar negeri di pusat perbelanjaan akan banyak menyerap turis yang ingin belanja di Indonesia. Revisi Permendag tersebut juga bisa membuat pusat perbelanjaan memiliki peran yang besar dalam menyelamatkan devisa negara, karena menarik konsumen dalam negeri untuk berbelanja di Indonesia dan tak perlu ke luar negeri.
Di sisi lain, Analis Teknikal Mandiri Sekuritas mengungkapkan jika indeks harga saham gabungan (IHSG) diperdagangkan di atas EMA 200 hari. Indeks bergerak menguat untuk kemudian ditutup pada level 4.962 atau naik +0,82% pada perdagangan kemarin.
Indikator RSI masih di area konsolidasi. Secara teknikal, hari ini Indeks akan cenderung menguat dan coba menguji resistance 4.993, dengan support di 4.900.
(ang/ang)











































