Kiwoom Securities: Bursa Dunia Tentukan Arah Perdagangan

Kiwoom Securities: Bursa Dunia Tentukan Arah Perdagangan

- detikFinance
Kamis, 23 Okt 2014 08:24 WIB
Kiwoom Securities: Bursa Dunia Tentukan Arah Perdagangan
Jakarta - Mixednya bursa dunia dapat mempengaruhi arah perdagangan. IHSG bergerak positif kemarin namun di tengah belum cukup tingginya minat beli asing serta adanya beberapa level resistance yang terlihat dapat membatasi peluang penguatan. Sehingga, kami memperkirakan IHSG masih akan bergerak cenderung menguat untuk hari ini.


ACES – Penambahan gerai

PT Ace Hardware (ACES) menyelesaikan pembangunan gerai ke-14 pada tahun ini yang berlokasi di Tasikmalaya, Jawa Barat. Gerai seluas 1,900 mΒ² merupakan gerai kedua Aces di Tasikmalaya. Dengan tambahan gerai baru tersebut, kini ACES memiliki 109 gerai. Untuk merealisasikan target 15 gerai baru tahun ini dengan luas rata-rata 2,100 mΒ², ACES mengalokasikan minimal Rp 20 Miliar. Dana berasal dari belanja modal ACES tahun ini sebesar Rp 120-150 Miliar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Β 

AMRT – Belanja Modal

PT Sumber Alfaria Trijaya (AMRT) menyiapkan belanda modal sebesar Rp 1.8-2 Triliun tahun depan. Dana tersebut akan digunakan untuk membangun 1,000 – 2,000 gerai waralaba Alfamart serta sejumlah pusat distribusi. Perseroan siap mengucurkan Rp 900 Juta hingga Rp 1 Miliar untuk setiap gerai yang dibangun. Sepanjang 1 H 2014, perseroan sudah membuka 630 gerai yang menelan dana investasi sebesar Rp 900 Miliar. Dengan tambahan 1,200 gerai, hingga akhir tahun ini perseroan akan mengoperasikan sekitar 9,757 gerai.

Β 

BBRI – Kinerja 9M 2014

PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) membukukan kenaikan laba bersih 9M 2014 sebesar 17.6%Yoy menjadi Rp 18.16 Triliun Vs Rp 15.44 Triliun pada 9M 2013 lalu. BBRI membukukan kenaikan pendapatan bunga bersih sebesar 21.8%Yoy menjadi Rp 37.99 Triliun pada 9M 2014 namun naiknya biaya mengakibatkan laba operasional hanya naik 13.4%Yoy menjadi Rp 20.27 Triliun. Posisi CAR tercatat sebesar 18.57% pada 9M 2014 (17.14% pada 9M 2013) dengan NPL Gross 1.89% (1.77% pada 9M 2013), ROE 31.67% (33.24% pada 9M 2013), dan LDR 85.29% (90.88% pada 9M 2013).

Β 

TBLA – Non-preemptive rights

PT Tunas Baru Lampung (TBLA) berencana menerbitkan 400 juta lembar saham baru (8.09% saham) tanpa menerbitkan HMETD (non-preemptive rights) pada harga Rp 715 per lembar saham. Dana hasil emisi saham baru tersebut akan digunakan untuk memperkuat struktur modal serta mendukung rencana ekspansi usaha. Rencana tersebut menunggu persetujuan RUPSLB 7 November 2014.

Β 

UNTR – Statistik operasional 9M 2014

PT United Tractors (UNTR) membukukan penurunan volume penjualan alat berat Komatsu sebesar 9.7%Yoy menjadi 2,982 unit pada 9M 2014 Vs 3,303 unit pada 9M 2013 lalu. Penjualan bulan September tercatat sebesar 232 unit, merupakan penjualan terendah dalam satu tahun terakhir. Divisi kontraktor pertambangan dibawah PT Pamapersada Nusantara (PAMA) membukukan penurunan pekerjaan pengupasan tanah (overburden removal) sebesar 5.3%Yoy menjadi 605.5 juta bcm namun produksi batubara mengalami kenaikan 15.5%Yoy menjadi 89.9 juta ton pada 9M 2014. Divisi pertambangan batubara membukukan kenaikan volume penjualan sebesar 61.5%Yoy menjadi 4.66 juta ton pada 9M 2014.

Β 

VIVA – Rencana emisi Obligasi

PT Visi Media Asia (VIVA) berencana menerbitkan obligasi senilai Rp 1.2 Triliun pada 2Q 2015. Dana hasil emisi obligasi akan digunakan untuk refinancing utang atas pinjaman senilai US$ 220 Juta kepada credit Suisse. Pinjaman didapat pada 1 November 2013 dengan tingkat suku bunga 7.75% per tahun. Sebanyak 50% atau US$ 105 Juta dari jumlah utang akan dilunasi melalui obligasi.

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads