PT Adaro Energy (ADRO) telah melunasi lebih awal obligasi senilai total US$ 800 Juta Pada 22 Oktober 2014. Dengan refinancing tersebut perseroan mampu menghemat pembayaran bunga sebesar US$ 40 Juta per tahun. Pelunasan obligasi dengan menggunakan kombinasi pinjaman dank as internal akan memperpanjang tanggal jatuh tempo utang, menurunkan biaya pendanaan, dan mempertahankan struktur pemodalan yang kuat. Selama 1 H 2014, adaro berhasil menurunkan utang berbunga sebesar 4% menjadi US$ 2,24 Miliar. Dengan begitu utang bersih terhadap EBITDA dalam 12 Bulan terakhir sebesar 1,39 kali dan utang bersih terhadap ekuitas sebesar 0,4 kali.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
WSKT – Rencana emisi obligasi
PT Waskita Karya (WSKT) menawarkan kupon 10.4% untuk surat utang senilai Rp 500 miliar bertenor tiga tahun. Surat utang tersebut merupakan tahap pertama dari obligasi yang diterbitkan lewat mekanisme penawaran umum berkelanjutan I senilai total Rp 2 Triliun. Hasil penerbitan obligasi tahap pertama akan digunakan untuk membiayai kebutuhan modal kerja khususnya pembelian bahan konstruksi, membayar biaya subkontraktor dan upah tenaga kerja. PT Pemeringkat efek Indonesia (Pefindo) memberikan peringkat A untuk obligasi berkelanjutan I.
CITA – Akuisisi 7 perusahaan tambang
PT Cita Mineral Investindo (CITA) melalui dua anak usahanya yang bergerak di bidang pertambangan logam bauksit, PT Harita Prima Abadi Mineral (HPAM) dan PT Karya Utama Tambang jaya (KUTJ) mengakusisi tujuh perusahaan pertambangan masing-masing sebesar 99% dengan nilai Rp 1.52 Miliar. HPAM mengakuisisi dua perusahaan, PT Gunajaya Kalimantan Mineral dan PT Megah Putra Jaya Tambang. Sementara KUTJ mengakuisisi lima perusahaan, PT Sandai Kemakmuran Utama, PT Sandai Persada Tambang, PT Sandai Putra Kalimantan Mineral, PT Duta Kemakmuran Jayaraya dan PT Kemakmuran Surya Inti Perkasa.
LINK – Pelepasan saham dikurangi
Para pemegang saham PT Link Net (LINK), PT First Media (KBLV), Asia Link Dewa Pte Ltd. dan pemegang saham lainnya menawarkan sekitar 30% saham dari sebelumnya para pemegang saham menawarkan 1.22 Miliar saham (40% saham) kepada investor strategis. Sementara dari sisi harga, para pemegang saham akhirnya menetapkan harga pada Rp 6,000 per saham dari sebelumnya para pemegang saham menawarkan harga berkisar Rp 6,200 - Rp 6,700 per saham.
(ang/ang)











































