Woori Korindo: IHSG Bisa Positif

Woori Korindo: IHSG Bisa Positif

- detikFinance
Selasa, 28 Okt 2014 08:26 WIB
Woori Korindo: IHSG Bisa Positif
Jakarta - Woori Korindo
Laju IHSG di awal pekan tampaknya kurang bersemangat. Harapan akan adanya kenaikan pasca pengumuman dan jelang pelantikan kabinet terlihat tidak terjadi. Laju IHSG pun seperti yang kami tulis sebelumnya, dimana masih positifnya laju bursa saham AS sempat memberikan sentimen positif bagi IHSG meski juga terdapat peluang pelemahan lanjutan. Dan IHSG pun memilih untuk mengalami penurunan di tengah laju Rupiah dan obligasi yang mampu kembali menguat. Kondisi bursa saham regional yang tidak terlalu baik, terutama laju bursa saham China setelah merespon hasil stress test ECB dimanfaatkan pelaku pasar untuk profit taking. Namun di sisi lain, tampaknya hanya pemodal lokal yang terlihat melakukan aksi jual karena transaksi asing terlihat nett buy (dari posisi nett sell Rp 351,93 miliar menjadi nett buy Rp 673,9 miliar).

Kembali beredarnya spekulasi akan langkah The Fed yang masih akan mempertahankan tingkat suku bunga rendahnya setelah berakhirnya program stimulus, menguatnya mata uang Brazil seiring harapan akan perbaikan ekonomi Brazil pasca kembali terpilihnya Dilma Rousseff sebagai Presiden, hingga kenaikan retail sales Inggris yang berimbas pada terapresiasinya Poundsterling memberikan sentimen positif pada laju Rupiah yang berhasil terapresiasi. Laju Rupiah di bawah level resisten 12050. Beberapa sentimen positif mulai mempengaruhi Rupiah dan diharapkan dapat bertahan. Rp 12052-12038 (kurs tengah BI).

Laju bursa saham Asia cenderung melemah di awal pekan, terutama bursa saham China seiring masih adanya sikap skeptis terhadap perkembangan ekonomi China yang masih berpotensi melambat dan belum adanya kepastian kerjasama bursa saham Hong Kong dan Shanghai menyusul masih adanya demonstrasi di Hong Kong. Berita kembali terpilihnya Roussef sebagai Presiden Brazil tidak terlalu mendapat respon positif pelaku pasar.

Rilis hasil stress test ECB terhadap 25 bank yang tidak memenuhi kriteria hingga pengumuman ECB terhadap telah dilakukannya program pembelian obligasi senilai €1,7 miliar (US$2,2 miliar) direspon negatif pelaku pasar sehingga membuat laju bursa saham Eropa masih melanjutkan pelemahannya. Di sisi lain, masih negatifnya pertumbuhan private loans Zona Euro dan rendahnya data-data Jerman turut menambah sentimen negatif.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tidak seperti laju bursa saham Asia dan Eropa yang terperosok ke zona merah, laju bursas saham AS mampu melajutkan kenaikannya setelah saham-saham telekomunikasi dan konsumer mengalami kenaikan dan mampu mengimbangi pelemahan pada saham-saham komoditas seiring masih turunnya harga minyak mentah. Turunnya markit service PMI dan Dallas Fed manufacturing index dapat diimbangi dengan kenaikan pending home sales.
 
Pada perdagangan Selasa (28/10) IHSG diperkirakan akan berada pada rentang support 5010-5019 dan resisten 5035-5050. Three inside down di bawah upper bollinger band (MBB ). MACD mulai menurun dengan histogram positif yang memendek. RSI, Stochastic, dan William’s %R berbalik turun. Laju IHSG sempat berada di target resisten (5085-5110) dan berakhir di bawah target support (5059-5065). Adanya tekanan jual membuat IHSG kembali berada di sekitar area support dan berpotensi melanjutkan pelemahannya jika aksi beli kurang mendominasi. Diharapkan masih positifnya laju bursa saham AS dan kembali terapresiasinya laju Rupiah dapat membuat IHSG berbalik positif.

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads