Woori Korindo: Waspadai Potensi Pelemahn IHSG

Woori Korindo: Waspadai Potensi Pelemahn IHSG

- detikFinance
Jumat, 31 Okt 2014 08:22 WIB
Woori Korindo: Waspadai Potensi Pelemahn IHSG
Jakarta - Laju IHSG bergerak sesuai ekspektasi kami dimana meski secara teknikal berpotensi melanjutkan penguatan namun, tetap mewaspadai potensi pelemahan yang memanfaatkan penguatan tersebut jika sentimen yang ada berbalik melemah. IHSG pun kembali melemah dengan kembali adanya aksi jual pelaku pasar. Kembali melemahnya Rupiah dan variatif cenderung melemahnya laju bursa saham Asia membuat mood pelaku pasar, khususnya pemodal local, kembali turun dan cenderung stay away dari pasar. Meski laju pasar obligasi variatif cenderung mencoba menguat yang dibarengi masih berlanjutnya aksi beli asing (dari posisi nett buy Rp 1,93 triliun miliar menjadi nett buy Rp 255 miliar) namun, tak juga membuat IHSG beranjak positif.

Laju Rupiah masih melanjutkan pelemahannya seiring dengan kembali terapresiasinya laju US$ pasca selesainya pertemuan FOMC The Fed. Dalam pertemuan tersebut, The Fed telah mengemukakan bahwa program pembelian obligasi yang merupakan stimulus bagi perekonomian AS telah berakhir. Laju Rupiah di atas level support 12175. Sentimen yang ada belum memungkinkan bagi Rupiah untuk bergerak menguat. Untuk itu, tetap mewaspadai masih adanya peluang penurunan lanjutan. Rp 12175-12158 (kurs tengah BI).

Kenaikan US$ pasca rilis pertemuan The Fed yang mengakhiri program stimulusnya direspon positif laju Nikkei. Nikkei menguat juga dipicu reli saham Renesas Electronics Corp., dan Nintendo Co. Akan tetapi, tidak semua laju bursa saham Asia berada di zona hijau. KOSPI dan sejumlah bursa saham China kembali melemah seiring rendahnya pertumbuhan angka data-data ekonomi KorSel dan kembali melemahnya sejumlah komoditas logam dan mineral yang berimbas pada aksi jual pada saham-saham komoditas. Tampaknya pelaku pasar lebih memperhatikan rilis kinerja emiten dibandingkan hasil pertemuan The Fed yang dinilai tidak jauh berbeda dari perkiraan sebelumnya.

Munculnya rilis kinerja emiten Banco Bilbao Vizcaya Argentaria SA. Dan Fugro NV. yang di bawah estimasi pelaku pasar berimbas pada aksi jual saham-saham perbankan serta menutupi sentimen positif dari rilis kinerja Toal SA., dan Schneider Electric SE. Akibatnya laju bursa saham Eropa kembali melemah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Laju bursa saham AS berpeluang melanjutkan pelemahannya seiring telah berakhirnya pertemuan FOMC The Fed yang memutuskan untuk mengakhiri proram stimulusnya dan mempertahankan tingkat suku bunga rendah. Pelaku pasar menilai dengan berakhirnya program tersebut membuat supply US$ berkurang dan berpotensi menguatkan mata uang tersebut. Di sisi lain, pelaku pasar akan memperhatikan rilis kinerja dari emiten-emiten lainnya.
 
Pada perdagangan Jumat (31/10) IHSG diperkirakan akan berada pada rentang support 5015-5048 dan resisten 5067-5085. Hammer di atas middle bollinger band (MBB ). MACD cenderung naik dengan histogram negatif yang memendek. RSI, Stochastic, dan William’s %R kembali tertahan kenaikannya. Laju IHSG gagal mendekati target resisten (5085-5092) dan sempat masuk ke target support (5010-5050). Laju IHSG kembali diuji apakah mampu bertahan dari mulai kembalinya gempuran aksi jual atau dapat kembali rebound. Tetap mewaspadai potensi pelemahan lanjutan jika sentiment global kurang memberikan aura positif.

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads