Dari pasar Asia, pergerakan pasar saham dipengaruhi oleh kenaikan indeks manufaktur Tiongkok. Apresiasi pasar saham Asia ditunjukkan oleh indeks Nikkei 225 di Jepang yang menguat signifikan +3,59%. Sedangkan indeks KOSPI Composite di Korea Selatan melemah tipis -0,05%.
Sementara harga kontrak berjangka (futures) komoditas juga terkoreksi. Harga minyak mentah WTI turun -0,66% ke level US$78,32 per barel. Sedangkan harga emas Comex terkoreksi -0,46% ke posisi US$1.164,40 per troy ounce.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerintah saat ini tengah menunggu selesainya penyebaran kartu Indonesia pintar (KIP), kartu Indonesia sehat (KIS) dan kartu keluarga sejahtera (KKS) kepada masyarakat.
Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi year-on-year Oktober 2014 terhadap Oktober 2013 menyentuh 4,83%. BPS juga mengumumkan neraca perdagangan Indonesia (NPI) pada September 2014 mengalami defisit US$0,27 miliar, sedikit lebih rendah dibandingkan defisit Agustus yang mencapai US$ 0,31 miliar.
Di sisi lain, Analis Teknikal Mandiri Sekuritas mengungkapkan jika indeks harga saham gabungan (IHSG) masih diperdagangkan diatas MA 200 harian. IHSG bergerak melemah dan ditutup pada level 5.085, atau turun tipis -0,08% pada perdagangan kemarin.
Sementara untuk perdagangan hari ini, IHSG akan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat. IHSG akan bergerak dalam kisaran resistance 5.104 dan support di level 5.027.
(ang/ang)











































