First Asia Capital: IHSG Rawan Aksi Ambil Untung

First Asia Capital: IHSG Rawan Aksi Ambil Untung

- detikFinance
Rabu, 19 Nov 2014 08:54 WIB
First Asia Capital: IHSG Rawan Aksi Ambil Untung
Jakarta - Pasar keuangan merespon positif kebijakan pemerintahan Jokowi-JK yang menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi sebesar Rp2000 per liter yang berlaku mulai 18 November kemarin. IHSG kemarin naik 48,526 poin atau 0,96% di 5102,469 dan kurs rupiah atas dolar AS (JISDR) menguat 0,38% di Rp12146 dari hari sebelumnya di Rp12193. Penguatan IHSG kemarin terutama ditopang saham sektor infrastruktur, jasa konstruksi, semen, properti dan konsumsi. Respon positif pasar tersebut mencerminkan perekonomian Indonesia ke depan akan berpeluang tumbuh lebih kuat dengan dukungan fiskal yang lebih sehat dengan alokasi belanja pemerintah untuk proyek infrastruktur yang meningkat.

Meski demikian untuk jangka pendek, tekanan inflasi hingga akhir tahun ini diperkirakan akan melonjak yang diperkirakan bisa mencapai 7,2% dari posisi Oktober sebesar 4,8% (YTD). Terkait dengan lonjakan inflasi ke depan ini, kemarin Bank Indonesia (BI) secara tak terduga, menaikkan tingkat bunga acuan sebesar 25 bp menjadi 7,75%. Kebijakan pengetatan likuiditas ini kembali akan menekan pertumbuhan ekonomi nasional. Namun arus dana asing diperkirakan tetap positif. Kemarin di pasar saham asing mencatatkan nilai pembelian bersih Rp243,67 miliar.

Sementara Wall Street tadi malam melanjutkan tren bullish. Indeks DJIA dan S&P mencatatkan level tertinggi baru masing-masing menguat 0,23% dan 0,51% ditutup di 17687,82 dan 2051,80. Kenaikan ini terutama ditopang saham sektor farmasi merespon langkah akuisisi Actavis terhadap Allergan. Data perumahan AS yang tercermin dari meningkatnya NAHB Housing Market Index November yang naik ke 58 di atas perkiraan 55 turut memberikan sentimen positif. Dari zona Euro sentimen positif dipicu sentimen ekonomi Jerman yang melonjak mencapai 11,5 dari perkiraan hanya 0,9.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Melanjutkan perdagangan hari ini penguatan IHSG diperkirakan rawan aksi ambil untung terutama terhadap saham yang sensitif interest-rate pasca kenaikan BI Rate. IHSG diperkirakan bergerak dengan support 5060 dan resisten di 5125.

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads