Sementara Wall Street tadi malam ditutup koreksi tipis. Indeks DJIA turun 0,01% di 17685,73 dan indeks S&P terkoreksi 0,15% di 2048,72. Pasar merespon hasil pertemuan The Fed Oktober lalu yang mengakhiri program stimulus (QE) dan kenaikan inflasi yang kurang kuat, dibawah target 2%, kurang sejalan dengan penguatan di sektor tenaga kerja sehingga kebijakan tingkat bunga rendah saat ini akan tetap dipertahankan dalam waktu yang lebih lama. Hasil pertemuan The Fed tersebut juga mengingatkan pertumbuhan ekonomi AS bisa terpengaruh akibat memburuknya ekonomi di kawasan Eropah, Jepang dan China. Berakhirnya program stimulus The Fed telah berdampak pada penguatan dolar AS ke posisi terkuat dalam tujuh tahun terakhir terhadap Yen Jepang. Merespon kondisi tersebut harga komoditas kembali terkoreksi. harga emas turun 1,2% di USD1183/t.oz dan harga minyak mentah turun 0,20% di USD74,46/barel.
Pada perdagangan hari ini, peluang penguatan IHSG akan dibayangi aksi ambil untung atas sejumlah saham sektoral yang relatif sudah tinggi di tengah kekhawatiran melonjaknya inflasi akibat kenaikan BBM awal pekan ini dan tren penurunan harga komoditas. IHSG diperkirakan bergerak dengan support di 5110 dan resisten di 5140 cenderung koreksi.
(ang/ang)










































