Proyeksi pertumbuhan laba emiten sektoral tahun depan akan dipangkas pasca kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi awal pekan ini. Disamping faktor valuasi, koreksi IHSG juga terdampak sentimen kawasan pasar saham Asia yang bergerak di teritori negatif setelah data awal manufacturing China (HSBC Flash Manufaturing PMI) November turun menjadi 50 dari perkiraan 50,2. Ini merupakan angka terendah dalam enam bulan terakhir dan sekali lagi mengkonfirmasi perlambatan yang terjadi di negara kedua terbesar di dunia tersebut.
Sementara Wall Street tadi malam kembali melanjutkan tren bullish. Indeks DJIA dan S&P masing-masing menguat 0,19% dan 0,20% ditutup di 17719,00 dan 2052,75. Penguatan terutama dipicu saham sektor energi menyusul kenaikan harga minyak mentah 1,34% di USD75,58/barel. Pasar juga digerakkan data ekonomi AS yang keluar yang menunjukkan pemulihan ekonomi AS terus berlanjut di tengah ancaman perlambatan ekonomi global. Indeks Phily Fed Manufacturing November melonjak ke 40,8 di atas estimasi 18,9 mengindikasikan sektor manufaktur di AS terus bergerak positif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(ang/ang)











































