First Asia Capital: IHSG Minim Sentimen Positif

First Asia Capital: IHSG Minim Sentimen Positif

- detikFinance
Jumat, 21 Nov 2014 08:46 WIB
First Asia Capital: IHSG Minim Sentimen Positif
Jakarta - Setelah menguat dalam tiga sesi perdagangan terakhir, IHSG kemarin terkoreksi akibat tekanan jual yang dilakukan pemodal terutama asing. IHSG kemarin ditutup terkoreksi 34,367 poin (0,67%) di 5093,566. Pemodal asing mencatatkan nilai penjualan bersih Rp427,14 miliar. Tekanan jual terutama melanda saham sektor otomotif seperti Astra Internasional (ASII), infrastruktur dan pendukungnya terutama jasa konstruksi yang harganya dinilai kemahalan di tengah ekspektasi naiknya inflasi, melambatnya pertumbuhan ekonomi akibat kenaikan harga BBM rata-rata 33% dan kenaikan bunga acuan 25 bp di 7,75%.

Proyeksi pertumbuhan laba emiten sektoral tahun depan akan dipangkas pasca kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi awal pekan ini. Disamping faktor valuasi, koreksi IHSG juga terdampak sentimen kawasan pasar saham Asia yang bergerak di teritori negatif setelah data awal manufacturing China (HSBC Flash Manufaturing PMI) November turun menjadi 50 dari perkiraan 50,2. Ini merupakan angka terendah dalam enam bulan terakhir dan sekali lagi mengkonfirmasi perlambatan yang terjadi di negara kedua terbesar di dunia tersebut.

Sementara Wall Street tadi malam kembali melanjutkan tren bullish. Indeks DJIA dan S&P masing-masing menguat 0,19% dan 0,20% ditutup di 17719,00 dan 2052,75. Penguatan terutama dipicu saham sektor energi menyusul kenaikan harga minyak mentah 1,34% di USD75,58/barel. Pasar juga digerakkan data ekonomi AS yang keluar yang menunjukkan pemulihan ekonomi AS terus berlanjut di tengah ancaman perlambatan ekonomi global. Indeks Phily Fed Manufacturing November melonjak ke 40,8 di atas estimasi 18,9 mengindikasikan sektor manufaktur di AS terus bergerak positif.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada perdagangan akhir pekan ini, IHSG diperkirakan bergerak bervariasi namun cenderung di teritori negatif menyusul minimnya insentif dan meningkatnya kekhawatiran tekanan inflasi dan fluktuasi rupiah atas dolar AS. IHSG diperkirakan bergerak dengan support 5068 dan resisten di 5125.

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads