Dari pasar Asia, pergerakan pasar saham dipengaruhi oleh kebijakan bank sentral Tiongkok yang menaikkan suku bunga acuan. Apresiasi pasar saham Asia ditunjukkan oleh indeks KOSPI Composite di Korea Selatan yang menguat +1,33%.
Sementara harga kontrak berjangka (futures) komoditas juga terapresiasi. Harga minyak mentah WTI naik +1,19% ke level US$76,59 per barel. Sedangkan harga emas Comex menguat +0,89% ke posisi US$1.197,70 per troy ounce.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Target inflasi akan naik lantaran dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi pekan lalu masih berlangsung hingga semester satu tahun depan. Selain itu, target penerimaan pajak, akan lebih besar karena Jokowi meminta tambahan Rp 600 triliun. Lalu, subsidi energi berkurang sekitar Rp100 triliun, karena kenaikan harga BBM bersubsidi naik. Anggaran belanja pegawai juga menyusut seiring berbagai upaya penghematan pemerintah, mulai pengurangan perjalanan dinas hingga larangan rapat di hotel berbintang.
Analis Teknikal Mandiri Sekuritas mengungkapkan jika indeks harga saham gabungan (IHSG) berpotensi menguat pada perdagangan awal pekan ini. Indeks akan bergerak di kisaran resistance 5.148 dan support 5.069. IHSG sendiri masih diperdagangkan di atas MA 200 harian. Pada perdagangan akhir pekan kemarin, IHSG ditutup menguat ke level 5.112.
(ang/ang)










































