Penguatan IHSG kemarin terutama dipicu sentime positif dari pasar saham kawasan Asia menyusul kebijakan bank sentral Tiongkok (PBoC) yang melonggarkan likuiditasnya akhir pekan lalu. Program stimulus juga diambil oleh bank sentral Eropa (ECB) yang akan menggelontorkan dana hingga 1 triliun euro untuk mendorong likuiditas di pasar guna mencegah zona Euro dari ancaman deflasi.
Kondisi ini membuat pasar akan dibanjiri likuiditas. Ini salah satu faktor yang membuat pasar saham tetap prospektif karena arus dana asing akan tetap mengalir masuk. Kemarin asing mencatatkan nilai pembelian bersih Rp 142,94 miliar di tengah meningkatnya nilai transaksi di pasar reguler yang mencapai Rp 4,4 triliun. Di sisi lain pasar juga digerakkan dengan penguatan lanjutan harga komoditas logam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sentimen positif juga muncul dari Jerman setelah indeks kepercayaan bisnis Jerman November naik ke 104,7 dari 103,2 (Oktober). Sedangkan harga minyak terkoreksi 0,98% di US$ 75,76/barel mengantisipasi pertemuan OPEC di Wina.
Melanjutkan perdagangan hari ini, pergerakan IHSG diperkirakan akan bervariasi. Peluang penguatan lanjutan akan dibayangi dengan aksi ambil untung. IHSG diperkirakan akan bergerak dengan support di 5.125 dan resisten menguji 5.165 dengan kecenderungan penguatan terbatas.
(hds/hds)











































