Sentimen utama penguatan IHSG berasal dari eksternal menyusul optimisme pasar atas langkah sejumlah bank sentral negara utama dunia seperti China, Jepang, dan kawasan Eropa yang mengambil program stimulus untuk menahan perlambatan dan ancaman resesi yang terjadi di sejumlah kawasan ekonomi dunia tersebut. Pada saat bersamaan harga komoditas terutama dimotori harga minyak mentah melanjutkan tren bearish. Akhir pekan lalu harga minyak mentah di AS anjlok hingga 10% di USD66,15/barel menyusul keputusan OPEC Kamis lalu yang tidak memotong produksi minyaknya yang saat ini mencapai 30 juta barel per hari di tengah kelebihan pasokan minyak dunia dan lesuhnya permintaan. Sepanjang tahun ini harga minyak mentah telah anjlok 33%.
Sebelumnya tren penguatan dolar AS menyusul pemulihan ekonomi AS yang terus berlanjut sudah menekan harga sejumlah komoditas. Tren bearish harga komoditas telah menekan pergerakan harga saham berbasiskan komoditas terutama pertambangan logam dan perkebunan sepekan kemarin. Kondisi ini diperkirakan akan berlanjut pada perdagangan awal pekan pertama Desember ini. Dari perkembangan eksternal pasar Wall Street akhir pekan lalu flat. Indeks DJIA ditutup di 17828,24. Selama sepekan indeks DJIA hanya menguat 0,1% dan sepanjang November naik 2,5%. Tren bullish masih dipicu perkembangan perekonomian AS yang terus berlanjut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(ang/ang)











































