First Asia Capital: IHSG Rawan Aksi Ambil Untung

First Asia Capital: IHSG Rawan Aksi Ambil Untung

- detikFinance
Senin, 01 Des 2014 08:54 WIB
First Asia Capital: IHSG Rawan Aksi Ambil Untung
Jakarta - Menandai perdagangan akhir pekan sekaligus akhir November, IHSG di tutup tipis di teritori positif hanya naik 4,573 poin setelah hampir sepanjang perdagangan bergerak di teritori negatif, ditutup di 5149,888. Selama sepekan IHSG menguat 0,74% dan sebulan naik 1,2% setelah bulan sebelumnya terkoreksi 0,93%. Selama sepekan terakhir IHSG bergerak dalam rentang konsolidasi 49 poin dimana saham sektor properti, kawasan industri, aneka industri, perbankan, jasa konstruksi dan semen menjadi pendorong utama penguatan IHSG. Sebaliknya saham sektor infrastruktur cenderung tertinggal harganya.

Sentimen utama penguatan IHSG berasal dari eksternal menyusul optimisme pasar atas langkah sejumlah bank sentral negara utama dunia seperti China, Jepang, dan kawasan Eropa yang mengambil program stimulus untuk menahan perlambatan dan ancaman resesi yang terjadi di sejumlah kawasan ekonomi dunia tersebut. Pada saat bersamaan harga komoditas terutama dimotori harga minyak mentah melanjutkan tren bearish. Akhir pekan lalu harga minyak mentah di AS anjlok hingga 10% di USD66,15/barel menyusul keputusan OPEC Kamis lalu yang tidak memotong produksi minyaknya yang saat ini mencapai 30 juta barel per hari di tengah kelebihan pasokan minyak dunia dan lesuhnya permintaan. Sepanjang tahun ini harga minyak mentah telah anjlok 33%.

Sebelumnya tren penguatan dolar AS menyusul pemulihan ekonomi AS yang terus berlanjut sudah menekan harga sejumlah komoditas. Tren bearish harga komoditas telah menekan pergerakan harga saham berbasiskan komoditas terutama pertambangan logam dan perkebunan sepekan kemarin. Kondisi ini diperkirakan akan berlanjut pada perdagangan awal pekan pertama Desember ini. Dari perkembangan eksternal pasar Wall Street akhir pekan lalu flat. Indeks DJIA ditutup di 17828,24. Selama sepekan indeks DJIA hanya menguat 0,1% dan sepanjang November naik 2,5%. Tren bullish masih dipicu perkembangan perekonomian AS yang terus berlanjut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan berpeluang terkoreksi menyusul tren bearish harga komoditas dan harga sejumlah saham sektoral yang sensitif interest rate relatif tinggi sehingga rawan aksi ambil untung. IHSG akan bergerak dengan support di 5110 dan resisten di 5165 cenderung melemah.

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads